Aktivitas Merapi

Warga Bisa Pantau Aktivitas Gunung Merapi Secara Realtime Melalui Aplikasi Lapor Bencana Sleman

Warga dapat membantu melaporkan dan mengetahui informasi terkini tentang Gunung Merapi dengan menginstall Lapor Bencana Sleman.

Warga Bisa Pantau Aktivitas Gunung Merapi Secara Realtime Melalui Aplikasi Lapor Bencana Sleman
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM - Gunung Merapi terus menunjukkan keaktifannya, bahkan pada Minggu (22/9/2019) kemarin terjadi awan panas letusan dan mengakibatkan hujan abu tipis.

Pasca peristiwa tersebut dilaporkan hujan abu tipis di Tunggularum Wonokerto Turi.

Namun kondisi tersebut tidak mempengaruhi aktivitas warga.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan mengatakan, warga dapat membantu melaporkan dan mengetahui informasi terkini tentang Gunung Merapi dengan menginstall Lapor Bencana Sleman.

Keceriaan Pedagang dan Juragan Sayur Berjoget Ria di Grebek Pasar Isuzu Traga 2019 Magelang

Lapor Bencana Sleman adalah aplikasi yang dibuat oleh BPBD Sleman yang berfungsi untuk melaporkan kejadian bencana di wilayah Kabupaten Sleman.

Dengan aplikasi ini penyampaian informasi dan penanganan dampak bencana dapat di lakukan secara cepat dan tepat.

"Dengan aplikasi tersebut dapat melaporkan kejadian langsung real time ke pusdalops, akan segera direspon TRC BPBD dgn cepat sesuai situasi yg dilaporkan," ujar Makwan saat dikonfirmasi, Senin (23/9/2019).

Laporan tersebut berbasis koordinat/geospasial.

Maka dari itu pengguna dapat langsung mengetahui jarak dengan Gunung Merapi saat aplikasi dibuka di manapun berada.

Suplai Magma Gunung Merapi Meningkat 3 Bulan Terakhir

Ketika Gunung Merapi menunjukkan aktivitasnya, maka ponsel akan bergetar dan ada instruksi lanjutan.

Dengan aplikasi yang bisa diunduh di telepon genggam, warga bisa mengetahui apakah posisinya aman atau tidak dari ancaman bencana Gunung Merapi.

Warga pun bisa melakukan upaya yang diperlukan untuk menyelamatkan diri.

Selain bisa mengetahui jarak pengguna dengan Gunung Merapi, warga juga bisa mengetahui lokasi pengungsian atau tempat aman terdekat.

"Foto atau video di aplikasi ini tidak bisa diambil dari galeri untuk membendung info hoax," jelasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Santo Ari
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved