Kulon Progo

Hingga 2022, Kulon Progo Targetkan 75 Desanya Tangguh Bencana

Ditargetkan hingga akhir 2022 lebih dari separuh jumlah desa yang ada bisa terbentuk menjadi Desa Tangguh Bencana (Destana).

Hingga 2022, Kulon Progo Targetkan 75 Desanya Tangguh Bencana
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Upaya penyiapan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana terus digalang di Kulon Progo.

Ditargetkan hingga akhir 2022 lebih dari separuh jumlah desa yang ada bisa terbentuk menjadi Desa Tangguh Bencana (Destana).

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Hepy Eko Nugroho mengatakan jumlah desa berstatus tangguh saat ini sebanyak 40 desa dari total 87 desa yang ada di Kulon Progo.

Keceriaan Pedagang dan Juragan Sayur Berjoget Ria di Grebek Pasar Isuzu Traga 2019 Magelang

Pihaknya menargetkan pada akhir 2019 terdapat 43 desa tangguh bencana dan di 2022 ada 75 desa.

Pembentukan desa menjadi Destana menjadi penting mengingat ragam potensi kebencanaan yang mengintai hampir seluruh wilayah Kulon Progo.

"Destana menjadi langkah sistemik dalam mengupayakan sosialisasi terkait teknis antisipasi dan penanggulangan bencana kepada masyarakat," kata Hepy di sela simulasi bencana di Desa Karangwuni, Kecamatan Wates, Senin (23/9/2019).

Wilayah Sekitar Bandara YIA Rawan jadi Kawasan Kumuh, Begini Respon Pemkab Kulon Progo

Disebutnya, potensi kebencanaan di Kulon Progo terilang cukup lengkap, mulai dari tanah longsor, banjir, hingga tsunami.

Garis pantai di wilayah Kulon Progo cukup panjang dari wilayah Kecamatan Galur, Panjatan, Wates, hingga Temon.

Pun di sepanjang kawasan pesisir terdapat bangunan atau fasilitas vital serta permukiman padat penduduk sehingga perlu menjadi perhatian tersendiri dengan membangun kesiapsiagaan masyarakat setempat.

Hepy menyebut, ada sekitar 10 desa yang berada di sepanjang pesisir pantai Kulon Progo dan berpotensi diterjang tsunami apabila gempa besar terjadi.

Ribuan Rider Ikuti Jewel of Java Adventure Trail VII di Kulon Progo

Sembilan di antaranya sudah menyandang status Destana, termasuk Desa Karangwuni.

"Lokasinya sangat dekat dengan pantai sehingga rawan terkena tsunami. Maka itu, kita berupaya meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi bencana melalui berbagai langkah, termasuk simulasi," kata Hepy.

Kepala Desa Karangwuni, Wasul Khasani mengatakan wilayahnya hanya berjarak sekitar 800 meter-1 kilometer dari bibir pantai sehingga termasuk dalam zona merah terjangan tsunami.

Pihaknya juga berupaya untuk terus memberi pemahaman kepada masyarakat terkait kesadaran terhadap potensi bencana tersebut sehingga mereka bisa lebih waspada. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved