Kulon Progo

Wilayah Sekitar Bandara YIA Rawan jadi Kawasan Kumuh, Begini Respon Pemkab Kulon Progo

Wilayah Sekitar Bandara YIA Rawan jadi Kawasan Kumuh, Begini Respon Pemkab Kulon Progo

TRIBUNJOGJA/SINGGIH WAHYU N
Suasana area gerbang utama beserta jalan penghubung di dalam kawasan Bandara YIA di Temon, Kulon Progo, Jumat (2/8/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Area di sekitar Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Temon berpotensi menjadi kawasan kumuh dengan perkembangan permukiman yang terjadi nantinya.

Perlu langkah terpadu dengan melibatkan semua unsur masyarakat untuk mengantisipasinya.

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Sekretariat Daerah Kulon Progo, Suharjoko mengatakan di wilayah sekitar YIA akan semakin banyak pendatang seiring akan beroperasinya bandara itu secara penuh di tahun depan.

Para pendatang itu akan bermukim di kawasan tersebut sehingga memunculkan potensi kekumuhan jika tak ditata secara benar.

"Operasional bandara pasti akan diikuti banyaknya pendatang yang bermukim di kawasan sekitarnya. Ini berpotensi jadi kawasan kumuh dan perlu dilakukan upaya pencegahan agar tidak menjadi kumuh,"kata Suharjoko, Kamis (19/9/2019).

Pemprov DIY Tindak Perusahaan yang Tidak Ikutkan Karyawannya dalam Program BPJS

Warga Terdampak Proyek SAH Kirim Surat ke Pemkot Yogyakarta

Upaya pencegahan munculnya kawasan kumuh yang bisa dilakukan menurutnya antara lain dengan membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang baru di kawasan sekitar Bandara YIA.

Fasilitas ini bisa digunakan untuk memfokuskan pengelolaan persampahan di kawasan bandara.

Peran serta kalangan elit desa dan masyarakat secara umum juga sangat diperlukan untuk menata perilaku masyarakat.

Persoalan perilaku masyarakat dalam membuang sampah itu menjadi kendala terbesar dalam upaya penanggulangan kawasan kumuh selama ini.

"Masih ada oknum masyarakat yang buang sampah atau limbah secara sembarangan. Ini yang membuat banyaknya kawasan kumuh di Kulon Progo. Kalau terus dibiarkan, sangat mungkin akan muncul kawasan kumuh yang baru,"kata Suharjoko. (Tribunjogja I Singgih Wahyu)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved