Bantul
Disnakertrans Bantul Prediksi Padat Karya Selesai Pertengahan Desember
Disnakertrans Bantul masih mengupayakan agar padat karya 2019 ini dapat selesai sebelum akhir tahun.
Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul masih mengupayakan agar padat karya 2019 ini dapat selesai sebelum akhir tahun.
Setelah tiga kali gagal lelang, Kepala Disnakertrans Bantul Sulistyanto mengatakan akan melakukan tender ulang.
Sebelum tender ulang, terlebih dulu dilakukan kajian.
Ia mengacu pada Peraturan Presiden nomor 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa.
• Keceriaan Pedagang dan Juragan Sayur Berjoget Ria di Grebek Pasar Isuzu Traga 2019 Magelang
Menurutnya, berdasar peraturan tersebut jika masih ada waktu untuk proses lelang dan proses pelaksanaan akan dilakukan tender ulang.
"Kita mengacu pada Perpres, sudah diatur selama masih ada waktu untuk proses lelang dan proses pelaksanaan, dilakukan tender ulang. Kita baru ajukan untuk dilakukan tender ulang," katanya saat ditemui Tribunjogja.com di kantornya, Senin (22/9/2019) siang.
Ia juga tengah melakukan perhitungan agar proses dapat berjalan tepat waktu sebelum akhir tahun.
"Sebelum tender ulang kita lakukan dulu kajian bersama. Ini sudah kita hitung, sesuai perpres, dari pengumuman adanya lelang sampai pengumuman ada yang memenuhi atau tidak sudah dihitung," ungkapnya.
Penghitungan juga meliputi waktu pelaksanaan di 193 titik.
Per titik tersebut, menurutnya hanya memerlukan 21 hari pengerjaan.
• DPRD Bantul Selidiki Sebab Gagal Lelang Padat Karya Rp19,3 Miliar
"Karena sebetulnya per lokasi itu hanya 21 hari pekerjaan. Jadi tidak satu-satu. Jadi si penyedia, begitu ada yang memenuhi kualifikasi langsung saat itu juga memberikan bahan material ke 193 lokasi itu. Tidak satu selesai, satu selesai," jelasnya.
Di 193 titik tersebut dilakukan berbagai macam pengerjaan sesuai usulan masyarakat, yakni peningkatan jalan atau corblok, talut, gorong-gorong, dan saluran air.
"Kebanyakan untuk corblok, ada 180an yang untuk corblok," tuturnya.
Ia memperkirakan jika pertengahan Oktober bisa mendapat penyedia barang/jasa yang memenuhi kualifikasi, pertengahan Desember sudah bisa selesai.
"Kalkulasinya ke situ. Penyedia harus punya kualifikasi yang berat. Dia bisa menyediakan material untuk sejumlah lokasi itu," katanya.
Disinggung soal tiga kali gagal lelang sebelumnya, Sulistyanto mengaku ia tak tahu pasti apakah sebelumnya pernah terjadi hal serupa atau tidak.
• Mencicipi Citarasa Sedap-gurih Soto Bumbong di Manding Tengah Bantul
Begitu pula penyebab gagalnya tiga lelang sebelumnya, ia menyebut Unit Layanan Pengadaan (ULP) Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (LPBJ) yang lebih mengetahui.
"Soal kegagalan, ULP yang tahu," katanya.
Bisa Disiasati
Proses pengerjaan program padat karya ini menurut Sulistyanto bisa disiasati saat musim hujan tiba.
Sebelumnya dikhawatirkan jika musim hujan datang, pengerjaan tidak dapat selesai tepat waktu.
"Akhirnya memang harus disiasati, untuk pengerjaan corblok bisa ditutup plastik. Hanya yang perlu diantisipasi saluran air, gorong-gorong, talud air," katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-bantul_20180731_185700.jpg)