Polemik Pasal 414 RKUHP, Kepala BKKBN : Program Penyuluhan KB Tetap Berjalan

Polemik Pasal 414 RKUHP, Kepala BKKBN : Program Penyuluhan KB Tetap Berjalan

Polemik Pasal 414 RKUHP, Kepala BKKBN : Program Penyuluhan KB Tetap Berjalan
Istimewa
Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo, memberikan keterangan kepada awak media soal program pendidikan kesehatan reproduksi, Senin (5/8/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Kepala BKKBN Hasto Wardoyo turut berkomentar terkait dengan polemik RUKUHP, terutama pasal 414 yang berkaitan dengan alat kontrasepsi.

Dihubungi Tribunjogja.com, Hasto Wardoyo, pasal 414 tersebut tidak akan mempengaruhi kinerja kadernya dalam program penyuluhan program Keluarga Berencana.

Pasal 414 dalam RUKUHP sendiri menyebut setiap orang yang secara terang-terangan mempertunjukkan, menawarkan, menyiarkan tulisan, atau menunjukkan untuk dapat memperoleh alat pencegah kehamilan kepada anak dipidana dengan pidana denda paling banyak kategori I.

"Kan tergantung tujuannya, kalau kader kita kan punya tujuan untuk penyuluhan serta mendukung program KB, edukasi intinya. Jadi kalo kader ini tidak dilarang ya tidak ada masalah," jelasnya.

Hasto juga menuturkan bahwa kekuatan utama pelaksanaan penyuluhan KB oleh BKKBN itu ada pada kader-kadernya.

Heboh Video Panas Wanita Berseragam PNS Direkam di Supermarket, Berikut 7 Fakta yang Terungkap

Kisah Pemilik Rumah Reyot di Tengah Kawasan Apartemen, Tolak Tawaran Rp3 M dan Satu Unit Properti

"Bagi BKKBN, kekuatan utama kita dalam penyuluhan Keluarga Berencana itu ya ada di kader, yang pada pelaksanaannya terbagi dalam kader PPKBD dan sub PPKBD," imbuhnya.

Selain itu, tambah Hasto, kader yang melakukan penyuluhan itu sudah berkompeten.

"Seluruh penyuluh dan kader KB yang di bawah BKKBN walaupun mereka sifatnya relawan tapi mereka sudah berkompeten," jelasnya.

"Kader-kader ini sudah dibekali ilmu dan sudah dilantik, intinya ya rekrutan dari BKKBN," imbuhnya.

Lanjut Hasto, selain sudah dibekali ilmu, para kader pun dibekali dengan SK.

"Selain ilmu, kader penyuluhan pun punya SK yang menyatakan bahwa mereka rekrutan resmi dan berkompeten untuk melakukan penyuluhan," jelasnya. (Tribunjogja I Andreas Desca)

Penulis: Andreas Desca
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved