Kisah Sendang Bengkung dan Beji yang Tak Pernah Kering Kerontang Meski Kemarau Panjang

SENDANG Beji terletak di Dusun Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar. Sendang Bengkung Desa Mangunan di Kecamatan Dlingo, Bantul

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com | Ahmad Syarifudin | Wisang
Sendang Bengkung (kiri) dan Sedang Beji di Gunungkidul 

Tak berapa lama, terdapat sebuah joglo kecil dan bangunan sedikit memanjang.

Di sana tempat para tamu melepas penat dan beristirahat sejenak.

Di tempat itu pula pengunjung akan disapa oleh Suwandi, juru kunci mata air sekaligus juru kunci dari petilasan Sultan Agung.

Alam di tempat tersebut masih sangat sejuk dan asri berkat rimbun pepohonan.

Burung-burung terdengar berkicau, terbang bebas.

Menuju ke sumber mata air, pengunjung harus naik lagi, melewati jalanan setapak sepanjang sekira 200 meter.

Bagian kanan-kiri dari jalan ini hutan.

Terdapat sejumlah kayu berukuran cukup besar lapuk dan melintang.

Di tengah Hutan Mangunan, di bawah batu berukuran besar, ada sebuah bangunan berpintu satu.

Di balik bangunan itu menjadi pusat mata air.

Bunyi gemericik air mengalir terdengar jelas.

Namun, sayangnya pintu sumber mata air itu rapat terkunci,

Tribunjogja.com beruntung bisa bertemu Suwandi, juri kunci mata air sekaligus juru kunci dari petilasan Sultan Agung.

Ia berkenan membukakan kunci pintu.

Terlihat dari balik bebatuan air jernih mengalir tanpa henti.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved