Kisah Sendang Bengkung dan Beji yang Tak Pernah Kering Kerontang Meski Kemarau Panjang
SENDANG Beji terletak di Dusun Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar. Sendang Bengkung Desa Mangunan di Kecamatan Dlingo, Bantul
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Setidaknya dalam satu minggu ada 2 bantuan air bersih dari donatur yang disalurkan melalui kecamatan.
"Hampir semua dusun tahun ini butuh air bersih. Saya berharap ada koordinasi dari pihak donatur maupun kecamatan atau desa agar bantuan air tidak tumpang tindih," katanya.
Maryanto mengatakan sendang Beji memang belum pernah kehabisan debit airnya. Ada 80 Kepala Keluarga yang memanfaatkan air dari sendang ini.
Sendang Bengkung Dling Bantul Tak Pernah
Lain cerita dengan Sendang Beji, di Bantul ada pula Sendang Bengkung yang juga tak pernah kering meski kemarau panjang.
Desa Mangunan di Kecamatan Dlingo, Bantul bukan hanya menyimpan keindahan alam dengan hamparan pepohonan Pinus yang asri.
Di sana terdapat juga cerita legenda yang sarat akan sejarah masa lalu. Satu di antaranya dengan keberadaan Sendang Bengkung.
Sebuah mata air jernih yang tak pernah kering, meski di musim kemarau.
Konon, dari cerita turun-temurun yang beredar di masyarakat, keberadaan sendang ini erat kaitannya dengan sejarah Sultan Agung ketika mencari Siti Arum (tanah wangi).
Sendang ini terletak di kaki bukit Mangunan.
Airnya jernih mengalir di antara celah bebatuan besar.
Untuk menuju kesana, dari jalan Mangunan, pengunjung harus melewati jalanan terjal, berbatu, dengan kontur sedikit menanjak.
Satu-satunya penanda, bahwa anda sudah berada di dekat lokasi hanya papan kecil di tepian jalan bertuliskan "Pertapaan Petilasan Sultan Agung".
Tak ada lokasi parkir, karenanya, kendaraan hanya dipinggiran di tepi jalan.
Pengunjung kemudian naik, jalan kaki melewati puluhan anak tangga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kisah-sendang-bengkung-bantul-dan-sedang-beji-yang-tak-pernah-kering.jpg)