Perjuangan Tati Menjadi Dokter Gigi, Anak Kernet Bus Rela Jualan dan Jadi Buruh Cuci demi Raih Mimpi

Dengan perjuangan yang panjang dan penuh peluh, Tati akhirnya kini bisa merasa lega dan bangga setelah resmi menjadi dokter gigi.

Editor: Rina Eviana
DOK UNSOED via Kompas.com
Perjuangan Tati Menjadi Dokter Gigi, Anak Kernet Bus Rela Jualan dan Jadi Buruh Cuci demi Raih Mimpi 

Perjuangan Tati Menjadi Dokter Gigi, Anak Kernet Bus Rela Jualan dan Jadi Buruh Cuci demi Raih Mimpi

TRIBUNJOGJA.COM - Menjadi dokter gigi selama ini adalah mimpi terbesar bagi seorang gadis bernama Tati Sri Rahmawati.

Dengan perjuangan yang panjang dan penuh peluh, Tati akhirnya kini bisa merasa lega dan bangga setelah resmi menjadi dokter gigi.

Jalan Tati untuk mewujudkan mimpinya menjadi dokter gigi tidak lah mudah.

Gadis kelahiran Ciamis, Jawa Barat pada 7 Maret 1993 ini tumbuh dalam keluarga yang sangat sederhana.

Ayah Tati Sri Rahmawati bekerja sebagai kernet bus dan sering meninggalkan keluarga demi bekerja.

Sedangkan ibu Tati merupakan ibu rumah tangga biasa. Meski begitu, Tati justru tak berkecil hati melihat profesi kedua orangtuanya untuk menjadi dokter gigi. Ia bahkan rela berjualan hingga jadi buruh cuci demi mewujudkan mimpinya.

Malah, anak sulung dari 4 bersaudara justru begitu ingin untuk kuliah dan mewujudkan mimpinya.

Alasannya, Tati ingin berkuliah agar bisa menaikkan derajat orangtua serta menyekolahkan adik-adiknya.

Seakan mendapatkan jalan, Tati kemudian diterima menjadi mahasiswa S1 Pendidikan Dokter Gigi di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) pada tahun 2011 silam.

Sudah mendapatkan kursi mahasiswa di Unsoed, tak serta merta membuat Tati langsung yakin melanjutkan kuliah.

Salah satu sebabnya, adalah ayah Tati yang ragu jika upahnya sebagai kernet bus tak mampu membiayai pendidikan sang putri.

"Awalnya orangtua ragu dan khawatir tidak mampu membiayai kuliah saya.

"Tapi berkat dukungan dari semua pihak, kami percaya Tuhan pasti akan memberikan rezeki dan optimistis bisa menjalani semuanya sampai akhir," ucap Tati, dikutip dari Kompas.com.

Dalam rilis yang diterbitkan Humas Universitas Jenderal Soedirman pada Selasa (17/9/2019) kemarin, Tati mengaku sempat menganggap sepele biaya perkuliahannya.

Ia mengira jika biaya Pendidikan Dokter Gigi tak akan sebesar Kedokteran Umum.

Ternyata anggapannya salah besar.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved