Perjuangan Tati Menjadi Dokter Gigi, Anak Kernet Bus Rela Jualan dan Jadi Buruh Cuci demi Raih Mimpi

Dengan perjuangan yang panjang dan penuh peluh, Tati akhirnya kini bisa merasa lega dan bangga setelah resmi menjadi dokter gigi.

Editor: Rina Eviana
DOK UNSOED via Kompas.com
Perjuangan Tati Menjadi Dokter Gigi, Anak Kernet Bus Rela Jualan dan Jadi Buruh Cuci demi Raih Mimpi 

Tati pun dihadapi masa-masa sulit, terutama ketika ketakutan ayahnya menjadi nyata.

Upah sang ayah sebagai kernet bus, ternyata tidak cukup.

"Orangtuanya kala itu tidak memiliki pilihan lain selain menjual tanah yang dimiliki.

"Perlahan kebun dan sawah yang dimiliki menjadi milik orang lain," ucapnya.

Demi tetap bisa meneruskan kuliahnya, Tati akhirnya memutar otak berulang kali.

Hingga pada tahun 2013, Tati mulai berjualan jajanan bakso goreng (basreng) dan makaroni di lingkungan kampus.

"Selain itu saya juga membuat pesanan bunga flanel untuk wisuda, ngajar les privat anak SD, menjadi asisten di klinik," kenang Tati.

Bahkan, Tati sampai rela menjadi tukang cuci di kontrakannya untuk teman-temannya.

Kerja keras yang dilakukan Tati pun berbuah manis.

Pada Senin (16/9/2019), Tati melaksanakan upacara Sumpah Dokter Gigi.

Tati juga resmi diwisuda pada esok harinya, Selasa (17/9/2019).

Meski sudah berhasil menjadi Dokter Gigi, Tati tak berhenti bermimpi.

Kini, Tati berkeinginan untuk melanjutkan S2 dan pendidikan spesialis. (*)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved