Bantul

Paman Sam Keliling Indonesia Lestarikan Satwa Langka Lewat Dongeng

Berawal dari obrolan dengan peneliti dan seorang fotografer, membawa Samsudin berkelana keliling Indonesia.

Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul
Samsudin giat membawa pesan untuk melestarikan satwa langka melalui dongeng. Foto Minggu (15/9/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Berawal dari obrolan dengan peneliti dan seorang fotografer, membawa Samsudin berkelana keliling Indonesia.

Tak sekadar berkeliling, Samsudin memiliki maksud tersendiri. Ia berkampanye untuk melestarikan satwa langka di Indonesia.

Samsudin akrab disapa Paman Sam adalah juru dongeng atau penutur asal Indramayu, Jawa Barat.

Ia tergerak untuk mengajak masyarakat untuk melestarikan satwa langka.

Cara yang bisa ia lakukan adalah melalui dongeng.

Cara mendongengnya juga terbilang unik, ia menggunakan wayang buatannya sendiri sebagai peraga.

Berbagai jenis hewan langka seperti harimau Sumatra hingga badak Jawa ia buat dalam wujud wayang.

Rumah Dongeng Mentari Tanamkan Nilai Integritas Lewat Dongeng

Ia tak menampik, ada kesulitan yang dihadapi.

Keterbatasannya dalam pengetahuan soal satwa langka, mengharuskannya belajar terlebih dulu.

Berbagai literatur hingga diskusi dengan ahli ia lakukan agar ia tak salah saat menuangkannya dalam dongeng.

"Otomatis belajar, karena background saya bukan ilmu hewan. Menggali dari diskusi, buku, internet. Paling penting diskusi dengan ahlinya, misal harimau Jawa, badak, gajah, dan lainnya. Semuanya ketika saya kunjungan, ketika saya diminta mengkampanyekan binatang tersebut, saya menggali dulu. Mereka punya hasil penelitian. Saya jadikan sumber mendongeng saya," jelasnya saat ditemui seusai mendongeng di Panggung Sekolah Hutan Pinus Sari, Mangunan, Minggu (15/9/2019) siang.

Tak berhenti di situ, ia juga harus mengolah hasil belajar yang ia dapat menjadi bahasa yang mudah dipahami masyarakat umum dan anak-anak. "Riset seperti itu kan pakai bahasa yang berat.

Dan bagaimana caranya bisa menyampaikan dengan bahasa yang ringan pada anak-anak," papar pria yang sempat menjadi seorang guru ini.

Kesulitan lainnya yang ia hadapi yakni dalam meyakinkan orang dewasa soal maksudnya mendongeng secara keliling.

Penolakan dan ejekan sering ia terima saat hendak menyampaikan maksudnya mendongeng.

Viral Pernikahan Bak di Negeri Dongeng, Kendarai Kereta Kuda dan Dihadiahi Kastil Rp1 Miliar!

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved