Mahfud MD Tegaskan Pemberian Mandat Pimpinan KPK Kepada Presiden Tidak Bisa

Mahfud MD Tegaskan Pemberian Mandat Pimpinan KPK Kepada Presiden Tidak Bisa

Mahfud MD Tegaskan Pemberian Mandat Pimpinan KPK Kepada Presiden Tidak Bisa
Tribun Jogja/Andreas Desca
Mahfud MD angkat bicara mengenai pemberian mandat oleh Pimpinan KPK mengenai Pemberantasan korupsi di KPK kepada Presiden Joko Widodo, Minggu (15/9/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mahfud MD yang pernah menjabat sebagai pimpinan Mahkamah Konstitusi periode 2008-2013, angkat bicara mengenai penyerahan mandat pimpinan KPK kepada presiden.

Menurutnya, pimpinan KPK tidak bisa menyerahkan mandat kepada presiden.

Hal itu disampaikannya di sela-sela kegiatan reuni Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia angkatan 78 di Kotagede, Minggu (15/9/2019).

"Pimpinan KPK memberikan mandat kepada Presiden. Sehingga secara yuridis KPK dianggap tidak ada yang memimpin dan membuat masyarakat resah. Mereka mempertanyakan bagaimana nasib KPK kedepannya dan kasus-kasus yang sedang ditangani," kata Mahfud MD.

Mandat Pimpinan Diserahkan ke Presiden, Saut : Supaya Lembaga KPK Tidak Jadi Dongeng

Mahfud MD juga menjelaskan bahwa Pimpinan KPK sebenarnya tidak bisa memberikan mandat kepada Presiden.

"Secara hukum, komisioner KPK itu bukan mandataris presiden. Tidak bisa mereka memberikan mandat kembali kepada presiden karena presiden tidak memberikan mandat ke KPK," tuturnya.

Mahfud MD menambahkan bahwa KPK itu lembaga independen.

"KPK itu bukan mandataris siapapun, jadi dia (KPK) adalah lembaga independen. Meskipun KPK ada di lingkungan kepengurusan eksekutif namun KPK itu bukan bawahan pemerintah," jelasnya.

BREAKING NEWS: Civitas UGM Nyatakan Lawan Pelemahan KPK

Selain itu, tambah Mahfud, sebaiknya Presiden memanggil KPK.

"Secara arif, mungkin presiden perlu memanggil mereka untuk melakukan diskusi, tukar pendapatlah atau kobsultasi. Kan merka (KPK) mengatakan tidak pernah diajak bicara tentang nasib KPK dalam situasi seperti sekarang ini," tuturnya.

"Saya rasa presiden cukup bijaksana untuk memanggil mereka. Karena KPK merasa hanya menunggu bagaimana sikap presiden terhadap KPK. Jadinya dipanggil saja dan deberi tahu ini sikap saya (Presiden), kan bisa," imbuhnya. (Tribunjogja I Andreas Desca)

Penulis: Andreas Desca
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved