Yogyakarta

Setelah 25 Tahun Tak Bersua, Alumni SMAN 8 Yogyakarta Angkatan 1994 Gelar Reuni Perak

Setelah 25 tahun lulus dari SMAN 8 Yogyakarta, Alumni Delayota angkatan 1994 menggelar Reuni Perak pada Sabtu (14/9/2019) malam di Grand Dafam Rohan Y

Setelah 25 Tahun Tak Bersua, Alumni SMAN 8 Yogyakarta Angkatan 1994 Gelar Reuni Perak
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Setelah 25 tahun lulus dari SMAN 8 Yogyakarta, Alumni Delayota angkatan 1994 menggelar Reuni Perak pada Sabtu (14/9/2019) malam di Grand Dafam Rohan Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Setelah 25 tahun lulus dari SMAN 8 Yogyakarta, Alumni Delayota angkatan 1994 menggelar Reuni Perak pada Sabtu (14/9/2019) malam di Grand Dafam Rohan Yogyakarta.

Reuni bertajuk #SidobaliSilaturahmi ini juga menghadirkan bapak dan ibu guru SMAN 8 Yogyakarta.

Ketua Panitia Reuni Akbar Sujatmiko mengungkapkan, selain menggelar temu kangen, rangkaian acara reuni akbar ini juga diisi dengan workshop maupun D'talks di mana para alumni angkatan 1994 ini memberikan materi maupun berbagi pengalaman kepada siswa SMAN 8 Yogyakarta.

"Kita hadirkan praktisi dari dosen, dokter untuk memberikan tanya-jawab dari gambaran pekerjaan. Narasumber D'talks kita menghadirkan narasumber Haryo Utomo dari angkatan 1994," ujarnya.

Siswi SMAN 8 Yogyakarta Terpilih Sebagai Anggota Paskibraka Nasional Utusan DIY

Lanjutnya, rangkaian kegiatan lainnya juga diisi dengan napak tilas untuk melihat kondisi sekolah sekarang.

Kegiatan reuni ini diharapkan tidak hanya berhenti di sini saja, ke depannya Delayota angkatan 1994 berkomitmen untuk berkontribusi dalam membantu sekolah melalui paguyuban.

"Kita akan membuat seuatu ke depan seperti beasiswa, dari situ kita melanjutkan upaya kita untuk mengumpulkan tulang pisah ini tidak berhenti di sini dan selanjutnya kita akan berkontribusi terus," katanya.

Ia mengatakan, Ikatan Keluarga Alumni Pakci SMAN 8 Yogyakarta (Ikapakci) saat ini sedang bangkit untuk terus berkontribusi kepada sekolah.

Angkatan 1994 juga terus berkontribusi dalam banyak hal, salah satu bentuk sumbangsih angkatan 1994, kata Jatmiko yakni dengan membangun taman yang ada di sekolah.

"SMAN 8 ingin memperindah sekolah agar nyaman, harapan dari sekolah adalah membuat suatu taman, reuni kali ini kita buat taman dengan logo Ikapakci dan saat ini dalam proses pembuatan taman. Kemudian prioritas sekolah itu juga pembangunan masjid. Kita akan berpartisipasi dalam pembangunan masjid," ujarnya.

Siswa SMAN 8 Yogyakarta Kembangkan Turbin Angin Savonius Efisien berdasarkan Pola Spiral Emas

Ketua Pelaksana Reuni Akbar Titin Melinda menambahkan, melalui kegiatan reuni ini, angkatan 1994 ingin menunjukkan kepada guru bahwasanya alumni SMAN 8 Yogyakarta itu guyub.

"Reuni ini kami mewujudkan mimpi ingin berkumpul setelah 25 tahun tidak bersua," terangnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 8 Yogyakarta Rudy Prakanto yang hadir dalam acara reuni ini menambahkan, kegiatan reuni perak ini menjadi momentum baik bagi para alumni untuk mendukung dan membangun sekolah.

Ia mengatakan, SMAN 8 Yogyakarta memiliki kelas inspirasi dan kelas ini terbuka bagi alumni yang ingin berbagi maupun memberikan motivasi kepada para siswa.

"Adanya mini workshop ini anak-anak menjadi tergugah dan terinspirasi. Mudah-mudahan menjadi semangat bagi alumni untuk terus mendukung program sekolah," ujar dia.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved