Bantul
WALHI Kritik Pemkab Bantul Terkait Pemotongan Pohon Perindang di Jalan Bantul
WALHI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menganggap penataan jalan Bantul sebagai kelanjutan dari penataan jalan Jenderal Sudirman tidak urgent untuk d
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menganggap penataan jalan Bantul sebagai kelanjutan dari penataan jalan Jenderal Sudirman tidak urgent untuk dilakukan.
Apalagi sampai harus memangkas seluruh pohon perindang di area tersebut.
"Proses penataan jalan [Bantul] ini bertolak belakang dengan perlindungan dan pengelolaan hidup dan mitigasi perubahan iklim," kata Direktur Walhi DIY Halik Sandera, saat dihubungi Tribunjogja.com, Jumat (13/9/2019).
• Cara Pemkab Bantul Sejahterakan Anak Yatim Piatu
Ia menyesalkan, pohon yang seharusnya memiliki fungsi untuk memproduksi oksigen dan menyerap karbon justru ditebang karena ambisi menata jalan yang sebenarnya sudah baik.
Desain lama jalan Bantul, menurut Halik, sudah baik.
Karena ada batas pemisah antara jalur lambat dan jalur cepat.
Dimana jalur cepat digunakan untuk kendaraan bermotor.
Sementara, jalur lambat sering digunakan untuk kendaraan non-motor.
Adanya pembatas dan jalur lambat di sebelah kanan dan kiri, menurut dia, membuat pejalan kaki merasa aman ketika berjalan di trotoar.
Namun, jalan tersebut akan segera ditata dengan jalur pembatas ada ditengah.
"Pemkab bantul tidak belajar dari proses penataan jalan sebelumnya [jalan jenderal Sudirman] yang dampaknya perubahan suhu yang signifikan di jalan tersebut," ujar dia.
• Harapan Sejumlah Penarik Becak di Kawasan Gose Bantul, Ingin Adanya Bantuan Modal hingga Asuransi
Diketahui, saat ini Pemerintah Kabupaten Bantul sedang melakukan proses pemotongan pohon perindang yang ada di Jalan Bantul.
Meski belum semua, pemotongan pohon rencananya akan dilakukan sepanjang sekira 570 meter.
Pemotongan dimulai dari simpang Klodran sampai Gapura selamat datang Bantul.
Nantinya, sepanjang jalan tersebut akan dibongkar dan ditata menjadi dua jalur cepat seperti di jalan Jenderal Sudirman.
Anggaran penataan jalan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) 2019 melalui Satker Pengelola Jalan Nasional (PJN).
Mengingat, jalan Bantul merupakan jalan nasional.
Pantauan di lokasi, sebagian pohon sudah selesai ditebang.
Rencananya, ada sekitar 151 pohon yang akan dipotong.
Terdiri dari Mahoni, Angsana, Talok, Ketapang, dan Waru.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bantul, Ari Budi Nugroho kepada wartawan mengatakan penebangan pohon dilakukan sesuai aturan dan tidak dilakukan dengan sembarangan.
Menurutnya, di jalan Bantul nantinya tetap akan ditanami pohon.
"Tetap akan ada penanaman pohon kembali setelah penataan selesai," kata dia.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pohon-perindang-yang-tumbuh-di-jalan-bantul-dipotong.jpg)