Gunungkidul

4.331 Pengendara Ditilang Saat Operasi Patuh Progo 2019 di Gunungkidul

Dalam operasi ini memang tidak semua pengendara dijatuhi sanksi tilang ada yang hanya diberi teguran saja.

4.331 Pengendara Ditilang Saat Operasi Patuh Progo 2019 di Gunungkidul
Ist
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sebanyak 4.331 dari 8.096 pengendara terkena tilang saat dilakukan Operasi Patuh Progo 2019.

Operasi dilakukan untuk meningkatkan ketertiban dan keselamatan dalam berlalulintas.

Kepala Posko Operasi Patuh Progo 2019, Iptu Jarwanto mengatakan, dalam operasi ini memang tidak semua pengendara dijatuhi sanksi tilang ada yang hanya diberi teguran saja.

"Total kami menjaring 8.096 pengendara dan yang terkena tilang ada sebanyak 4.331 pengendara, sedangkan 3.765 kami berikan peringatan seperti hanya memasang spion satu buah, helm tidak dikancingkan kita tegur," ujarnya pada Tribunjogja.com, Jumat (11/9/2019).

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Pihaknya selama Operasi Patuh Progo tidak hanya melakukan pendataan tetapi juga mencatat jumlah kecelakaan lalu lintas.

Selama dua minggu operasi tercatat sebanyak 30 kecelakaan terjadi.

"Untuk kerugian akibat kecelakaan mencapai Rp 17.100.000. Kecelakaan yang terjadi selama Operai Patuh Progo tidak sampai memakan korban hingga meninggal dunia. Kami mencatat 44 orang luka ringan dan sisanya luka berat," ujarnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Anang Tri Nuviyan mengatakan, ada delapan sasaran yang dalam operasi patuh 2019, seperti penggunaan sirine tak sesuai peruntukan, angkutan barang menganggkut penumpang, pengendara di bawah umur.

Operasi Patuh Progo 2019 Tilang 20.832 Pelanggar di Yogyakarta

"Selain itu ada juga razia pengendara yang mabuk minuman keras, melawan arus, tidak menggunakan sabuk keselamatan, menggunakan ponsel saat berkendara, tidak memakai helm hingga melewati batas kecepatan berkendara," bebernya.

Dalam operasi kali ini, sambungnya pelanggar ditindak dengan tegas.

Operasi ini dilakukan serentak.

Dengan dilakukan operasi kali ini, diharapkan dapat meminimalisir angka kecelakaan di Kabupaten Gunungkidul.

“Harapannya setelah dilakukan operasi ini para pengendara menjadi pelopor keselamatan dan tertib lalu lintas. Kami juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dalam berkendara, jika sampai terjadi kecelakaan maka yang rugi tidak hanya diri sendiri tetapi juga orang lain," pungkasnya.(*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved