Yogyakarta

Operasi Patuh Progo 2019 Tilang 20.832 Pelanggar di Yogyakarta

Ditlantas Polda DIY dan jajaran menilang 20.832 kendaraan selama Operasi Patuh Progo 2019.

Operasi Patuh Progo 2019 Tilang 20.832 Pelanggar di Yogyakarta
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Polresta Yogyakarta melakukan operasi patuh Progo di tempat khusus parkir Abu Bakar Ali bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Yogyakarta dan Pengadilan Negeri Yogyakarta agar pelanggar bisa sidang di tempat, Selasa (03/9/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ditlantas Polda DIY dan jajaran menilang 20.832 kendaraan selama Operasi Patuh Progo 2019.

Menurut data, pelanggaran di Sleman berada di urutan pertama dengan jumlah tilang 6.608.

Posisi kedua adalah Bantul dengan jumlah 4.621, disusul Gunungkidul dengan 3.826, Yogyakarta 3.290, Ditlantas 1258, dan Kulon Progo 759.

Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda DIY, Heru Setiawan mengatakan bahwa pelanggaran masih didominasi kendaraan roda dua.

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Terkait usia, dari tahun ke tahun masih sama, rentang 15 hingga 35 tahun.

"Yang paling banyak adalah karyawan,kemudian pelajar, ketiga mahasiswa. Kami sudah mengupayakan edukasi-edukasi, baik di sekolah, bahkan di pabrik, tetapi angka pelanggaran ya masih tinggi," katanya saat ditemui Tribunjogja.com di Ditlantas Polda DIY, Kamis (12/9/2019).

Ia mengaku prihatin atas minimnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan.

Betapa tidak, pihaknya telah menyebarluaskan informasi terkait operasi patuh progo 2019, termasuk juga prioritasnya.

Dalam melakukan operasi patuh, ada delapan prioritas yang perlu dicermati.

Operasi Patuh 2019, Hantu Jadi-jadian dan Edukasi ke Pengendara

Delapan prioritas selama operasi patuh 2019 adalah tidak tidak menggunakan helm SNI, tidak menggunakan safety belt, kendaraan roda empat yang melebihi batas kecepatan, menggunakan gawai saat berkendara, melawan arus, mengemudi dalam pengaruh alkohol, pengemudi di bawah umur, dan menyalakan lampu ratator atau Strobo.

"Kami sudah sampaikan kalau ada operasi patuhprogo selama dua minggu, tetapi ya sama saja to, pelanggaran masih banyak. Ya memang tujuan dari operasi iniuntuk mengedukasi masyarakat," ujarnya.

Operasi patuh progo, tambahnya, bukan hanya soal menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga menambah pendapatan negara.

"Bukan cuma menjalankan tugas polisi saja, DIY saja hasil penilangan bisa mencapai Rp 2 miliar. Ya kurang lebih segitu," tambahnya. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved