Bantul

Antisipasi Kebakaran, BPBD Bantul Siagakan Balakar dan Tambah Pos Damkar

Respon cepat masyarakat saat terjadi kebakaran juga berpengaruh untuk meminimalkan kerugian materi maupun korban jiwa.

Antisipasi Kebakaran, BPBD Bantul Siagakan Balakar dan Tambah Pos Damkar
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kejadian kebakaran di Kabupaten Bantul trennya cenderung naik dari tahun ke tahun.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto menyebut pada 2018 lalu tercatat ada 207 kejadian.

Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dari tahun 2017.

"Kebakaran di Bantul trennya semakin tahun semakin meningkat. Kalau 2018 kejadian kebakaran ada 207. Di 2017 ada 109. Di 2018 naik dua kali lipat. Di 2019 minggu kedua September ini sudah 90 kejadian. Harapan kita tidak sampai melampaui di 2018," ungkapnya pada Tribunjogja.com.

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Kerugian materi yang disebabkan oleh kebakaran paling tinggi Rp15 juta sampai Rp20 juta.

Kerugian tersebut merupakan kerugian aset seperti kendaraan dan lainnya.

"Tapi rata-rata kalau rumah tidak sampai segitu hanya sekitar Rp10 juta," paparnya.

Respon cepat masyarakat saat terjadi kebakaran juga berpengaruh untuk meminimalkan kerugian materi maupun korban jiwa.

Sejauh ini, Dwi mengamati masyarakat dapat cepat merespon dan melapor ke BPBD jika terjadi kebakaran.

BPBD Bantul Catat 90 Kejadian Kebakaran hingga September 2019

"Walaupun banyak kejadian, respon masyarakat bisa langsung menyampaikan pada kita sehingga tidak banyak menimbulkan kerugian. Baik itu kerugian materi maupun korban jiwa," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: amg
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved