Jawa

BREAKING NEWS : Puluhan Petugas Gabungan Diterjunkan Padamkan Kebakaran Gunung Merbabu

Para pendaki yang saat itu tengah berada di atas gunung juga dievakuasi.

BREAKING NEWS : Puluhan Petugas Gabungan Diterjunkan Padamkan Kebakaran Gunung Merbabu
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Kebakaran Gunung Sumbing tampak dari obyek wisata Ketep, Sawangan, Kabupaten Magelang, Kamis (12/9/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sebanyak 49 personel gabungan dari Taman Nasional Gunung Merbabu, BPBD, TNI, Polri, pengelola basecamp pendakian, relawan dan masyarakat terjun melakukan pemadaman api di kawasan hutan Gunung Merbabu di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.

Para pendaki yang saat itu tengah berada di atas gunung juga dievakuasi.

"Sebanyak 49 personel diterjunkan untuk memadamkan api, terdiri dari TNGMb sebanyak 20 orang, BPBD enam orang, Polri delapan orang, TNI tiga orang, GM empat orang, basecamp thekelan sebanyak enam orang, LPBD Wonolelo sebanyak dua orang," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto pada Tribunjogja.com, Kamis (12/9/2019).

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Berdasarkan laporan dari BPBD Kabupaten Magelang, kebakaran sudah terjadi sejak Rabu (11/9/2019) kemarin sekitar pukul 19.17 WIB di wilayah hutan Gunung Merbabu, masuk Dusun Malang, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan.

Malamnya, sekitar pukul 22.25 WIB, api semakin membesar dan merembet ke arah puncak terpantau dari Dusun Batur, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan.

Kamis (12/9/2019), pemadaman api mulai dilaksanakan.

Sekitar pukul 07.26 WIB pagi, para petugas TNGMb, relawan dan warga menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Api terlihat di Dusun Swanting, dan pergerakan asap mengarah ke utara.

BREAKING NEWS : Kebakaran, Jalur Pendakian Gunung Merbabu Ditutup Sementara

"Pukul 12 tadi, kami mendapat laporan, masih ada api, membesar, mengarah ke utara. Di sisi Magelang, Wonolelo, harus waspada, karena rumput yang kering dan sangat mudah terbakar. Masih potensi berkembang. Koordinasi terus dilakukan untuk memantau sekaligus langkah-langkah antisipasi agar tak berkembang," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved