Sleman
BPBD Sleman Mulai Dropping Air
Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai melakukan dropping air di wilayah yang mengalami kekeringan.
Penulis: Santo Ari | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai melakukan dropping air di wilayah yang mengalami kekeringan.
Wilayah yang akan mendapatkan bantuan yakni dusun Kikis(Sambirejo) dan Pulerejo (Bokoharjo) di Kecamatan Prambanan.
Pada bulan Agustus kemarin bantuan 30 tangki droping air di dusun Kikis dilakukan oleh pihak swasta.
Dan BPDB Sleman baru akan melakukan droping air pada Selasa (10/9/2019).
• Terlihat Guguran Lava Pijar, BPBD Sleman : Kondisi Gunung Merapi Saat ini Masih Aman
Adapun pada tahun anggaran 2019 ini, BPBD Sleman telah menganggarkan sejumlah 300 tangki air untuk mengatasi kelangkaan air.
Makwan menilai jumlah tersebut bisa mencukupi kebutuhan masyarakat akan air hingga November mendatang.
Lebih lanjut, bantuan air mulai diberikan lantaran muka air tanah di Prambanan mulai menurun.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan saat dikonfirmasi Senin (9/9/2019) mengatakan, untuk mengatasi kelangkaan air di dusun Kikis dan Pulerejo pihaknya telah menyiapkan 16 tangki air setiap minggu. Masing-masing berkapasitas 5.000 liter.
"Untuk Kikis 12 tangki per minggu, Pulerejo empat tangki seminggu," ujarnya.
Bantuan air tersebut diperuntukan untuk RT 2 hingga RT 7 di Kikis. Sedangkan untuk Pulerejo hanya satu RT dengan 59 kepala keluarga (KK).
"Untuk di Pulerejo itu tinggal nunggu surat masuk baru akan kami droping," terangnya.
• BPBD Sleman Tetap Ikuti Rekomendasi BPPTKG Terkait Situasi Terkini Merapi
Turunnya air tanah juta terjadi Moyudan, tepatnya di SMPN 2 Moyudan.
"Sumur mereka juga kering, ini baru proses untuk menambah kedalaman," imbuhnya.
Sembari memperdalam sumur, setiap minggu BPBD menyalurkan dua tangki air dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter ke sana.
Makwan mengklaim dengan dua tangki kebutuhan sekolah sudah dapat tercukupi.
"Karena itu hanya buat kebutuhan kamar mandi dan wudhu," urainya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-sleman_20180731_185753.jpg)