Sleman
BPBD Sleman Tetap Ikuti Rekomendasi BPPTKG Terkait Situasi Terkini Merapi
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Joko Supriyanto, menyatakan tetap mengikuti rekomendasi BPPTKG.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jumat minggu lalu (23/11/2018), Gunung Merapi diketahui mengeluarkan guguran lava dari puncaknya sebanyak 4 kali.
Hal tersebut juga telah dikonfirmasi oleh BPPTKG Yogyakarta.
Terkait situasi Merapi, Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Joko Supriyanto, menyatakan tetap mengikuti rekomendasi BPPTKG.
"Guguran lava kemarin kan hanya 300 meter dari puncak. Rekomendasi batas amannya juga masih 3 km dari puncak, jadi tetap aman," jelas Joko via telepon pada hari Jumat (30/11/2018) ini.
Baca: Meski Terjadi Guguran 50 Kali, Merapi Masih Aman
Baca: Puncak Merapi Tak Teramati, Warga di Balerante Beraktivitas Normal
Ia juga meminta masyarakat, terutama yang menetap di lereng Merapi untuk tidak panik dan mengkhawatirkan situasi tersebut.
Sebab saat kejadian, Joko mengaku menerima laporan warga yang khawatir akan terkena guguran lava.
"Saya pastikan situasinya aman. Kami juga baru saja berkeliling ke dusun-dusun di lereng Merapi untuk memberikan informasi," tegas Joko.
Joko memastikan BPBD Sleman akan terus berkoordinasi dengan BPPTKG untuk memantau situasi terkini Gunung Merapi.
Ia bahkan menyilakan warga atau wisatawan yang penasaran untuk menyaksikan fenomena guguran lava Merapi jika suatu saat akan terjadi lagi.
"Silakan saja, asalkan tetap dalam batas aman yang direkomendasikan," kata Joko.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/foto-merapi_20180601_224800.jpg)