Kulonprogo

Wacana Pemindahan Petambak Udang, Pemdes Banaran Belum Ditembusi Pemkab Kulonprogo

Ratusan tambak udang di pesisir pantai selatan Bandara YIA akan segera digusur karena lahannya akan digunakan untuk pembangunan kawasan sabuk hijau

Wacana Pemindahan Petambak Udang, Pemdes Banaran Belum Ditembusi Pemkab Kulonprogo
Tribun Jogja/ Singgih Wahyu Nugraha
Kondisi tambak-tambak udang di selatan Bandara YIA, belum lama ini. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menawarkan lokasi usaha baru di kawasan Pantai Trisik, Desa Banaran, Kecamatan Galur untuk para petambak yang kini berada di selatan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Temon.

Di sisi lain, Pemerintah Desa Banaran mengaku belum mendapat pemberitahuan atas rencana tersebut.

Kepala Desa Banaran, Haryanta, mengakui bahwa di wilayahnya memang terdapat kawasan tambak udang dan berada di area pesisir Pantai Trisik.

Ia mengaku tak tahu pasti berapa keluasan lahannya namun dipastikan cukup besar dan dijalankan oleh warga setempat.

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Haryanta mengaku belum mendapat tembusan pemberitahuan dari Pemkab Kulon Progo terkait wacana pemindahan para petambak selatan YIA ke wilayahnya itu.

"Saya belum tahu bagaimana sosialisasi dan keputusannya. Belum ada pemberitahuan resmi. Saya hanya mendapat informasi lisan dari perangkat desa," kata Haryanta pada Tribunjogja.com, Kamis (5/9/2019).

Seperti diketahui, ratusan tambak udang di pesisir pantai selatan Bandara YIA akan segera digusur karena lahannya akan digunakan untuk pembangunan kawasan sabuk hijau (green belt) pelindung bandara sekaligus menjadi bagian dari mitigasi bencana di Kulon Progo.

Area yang digunakan petambak saat ini juga tidak sesuai dengan zonasi tata ruang karena peruntukannya untuk sempadan pantai.

Setelah muncul rencana pembangunan green belt berikut penggusuran tambak, Pemkab Kulon Progo mengutarakan wacana perluasan area budidaya perikanan air tawar di Banaran dari 25 hektare menjadi 116 hektare.

Banaran sesuai Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) setempat memang menjadi zona peruntukan budidaya air tawar bersama dengan titik lain di Desa Jangkaran, Temon.

Dalam Sehari, Dua Lansia di Kulon Progo Ditemukan Meninggal di Pekarangan

Halaman
123
Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved