Pelajar Bantul Hilang

Kronologi Hilangnya 3 Pelajar Bantul Sejak Pamit PKL 10 Tahun Silam

Ketiga pelajar ini ternyata dipekerjakan oleh seorang calo sebagai Anak Buah Kapal (ABK) KM Jimmy Wijaya di Pelabuhan Benoa, Bali

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Joko Priyono, menceritakan anaknya, Ginanjar Nugroho Atmaji, pelajar Bantul yang hilang saat PKL di pelabuhan Benoa Bali, akhir tahun 2009. 

Anak ketiganya itu meminta dirinya mengantarkan ke sekolah.

Lucia Martini warga Kedon RT 04 Sumbermulyo, Bambanglipuro Bantul yang merupakan ibu dari Ignatius Andrianta Loyola Denny Murdani.
Lucia Martini warga Kedon RT 04 Sumbermulyo, Bambanglipuro Bantul yang merupakan ibu dari Ignatius Andrianta Loyola Denny Murdani. (TRIBUNJOGJA.COM | Ahmad Syarifudin)

Kala itu Denny sekolah di SMK Negeri 1 Sanden jurusan perikanan dan diwajibkan mengikuti praktik kerja lapangan selama enam bulan.

Tak ada firasat apa-apa.

Hari Ini 14 Tahun Lalu, Mandala Airlines Penerbangan 91 Gagal Takeoff, Jatuh dan Meledak

Yang Martini ingat, sebelum berangkat anaknya itu sempat berucap "saya diantar mom (ibu) saja. Nanti enam bulan saya tidak melihat kampung," tutur Martini menirukan ucapan Denny, yang sampai sekarang akhirnya tak pernah pulang.

"Saya mengharapkan ada kemukjizatan. Meskipun sudah 10 tahun. Saya masih berharap suatu hari nanti Denny mengetuk pintu rumah dan pulang," ujar Martini, berharap.

Perempuan 54 tahun itu mengaku akan terus menunggu kedatangan Denny. Ia amat yakin anaknya itu baik-baik saja."Feeling saya dia masih hidup. Keadaannya baik-baik saja karena hati saya merasa tenang. Saya yakin Denny akan pulang," imbuh Martini lirih.

107 Tahun Berlalu, Seperti Ini Kisah Korban Selamat Titanic hingga Akhir Hayat

Ia terlihat melepas kacamata. Tangannya mengusap kedua matanya yang basah. Meskipun menahan rindu, selama sepuluh tahun Martini mencoba tegar. "Saya sampai sekarang belum berani untuk mengatakan Denny sudah meninggal," ujar dia.

Dijadikan ABK

Martini menceritakan, saat pergi untuk PKL, Denny belum memiliki kartu tanda penduduk (KTP) karena masih berusia 16 tahun.

Namun, pihak sekolah meminta siswa laki-laki kelas dua berjumlah 54 siswa yang akan berangkat PKL ke Bali untuk melengkapi berkas administrasi. Salah satunya KTP.

"Saya akhirnya mengurus KTP untuk Denny. Tapi tidak bisa karena anak saya masih 16 tahun. Akhirnya saya ke kelurahan. Saya minta KTP sementara untuk pegangan," terangnya.

Denny berangkat ke pulau Dewata dengan KTP sementara.

Dikemudian hari, Martini baru mengetahui ternyata di Bali, anaknya tidak PKL namun dipekerjakan sebagai Anak Buah Kapal (ABK).

Pelakunya adalah Mugiri, seseorang yang dipasrahi oleh pihak sekolah untuk mengurus pekerjaan para pelajar selama di Bali.

"Saya baru tahu ternyata KTP anak saya dipalsukan supaya bisa bekerja di Kapal. Pelakunya Mugiri. Dia sudah divonis penjara oleh pengadilan negeri Bantul," jelas dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved