Pelajar Bantul Hilang
Kronologi Hilangnya 3 Pelajar Bantul Sejak Pamit PKL 10 Tahun Silam
Ketiga pelajar ini ternyata dipekerjakan oleh seorang calo sebagai Anak Buah Kapal (ABK) KM Jimmy Wijaya di Pelabuhan Benoa, Bali
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Mona Kriesdinar
Diceritakan Martini, identitas anaknya tersebut telah dipalsukan sehingga pihak perusahaan Kapal mengira Denny sebagai pencari kerja dengan domisili Bali.
"Padahal anak saya PKL bukan kerja," kata dia.

"Makanya ketika Kapal Jimmy Wijaya dinyatakan hilang kontak. Pada 27 Februari 2010 saya tidak tahu. Saya baru tahu 5 Maret ketika didatangi pihak sekolah. Padahal Pak Joko (ayah Ginanjar) tahu kapal hilang kontak disurati langsung oleh pihak perusahaan. Saya baru tahu ternyata KTP anak saya dipalsu. Perusahaan tidak tahu alamat rumah saya," ujar dia menjelaskan.
Tiga pelajar Bantul hilang saat PKL di pelabuhan Benoa telah berlalu 10 tahun silam. Kasus tersebut juga, menurut Martini sudah pernah disidangkan di pengadilan negeri Bantul. Mugiri sebagai calo dan pemalsu dokumen telah divonis bersalah.
Joko Priyono, orang tua Ginanjar Nugroho Atmaji mengaku saat ini sudah bisa menerima.
Ia menganggap apa yang menimpa anaknya itu sebagai musibah yang sudah digariskan.
Tak selamanya disesali.
Sepuluh tahun lalu--sebagai ayah-- Ia mengaku sempat tak bisa menerima kenyataan itu.
Ia bersama Riswanto [ayah dari Agil Ramadan] bahkan langsung mendatangi perusahaan kapal di Pelabuhan Benoa Bali, untuk mencari kepastian anaknya.
Joko dan Riswanto datang ke Bali melaporkan kejadian tersebut kepolisian setempat.
Oleh pihak Kepolisian, mereka kemudian diantar mendatangi perusahaan kapal dimana anak mereka bekerja.
Kedatangan Joko dan Riswanto diterima oleh Ketut Widarba, bagian personalia.
Saat itu, kata Joko, Ketut kaget karena perusahaan kapal tersebut tidak menerima pelajar PKL.
Dari catatan perusahaan, ketiga anak yang merupakan pelajar SMK Negeri 1 Sanden itu terdaftar sebagai pencari kerja bukan PKL.
"Disitu saya kaget. Ternyata anak saya disana dipekerjakan sebagai ABK. Pelakunya Mugiri, sudah ditangkap dan divonis bersalah," terang dia.