Kisah Pasangan Lansia Tinggal di Gubuk, Makan Nasi Sisa Hingga Puasa Tanpa Makanan
Selain kondisi rumah yang kumuh terbuat dari daun kelapa juga terkadang harus makan dengan nasi sisa yang kemudian dikeringkan
Namun seiring berjalannya waktu, rumah yang sederhana itu kini berubah jadi gubuk yang tampak lusuh.
Entat berharap di usianya yang terus menua, memiliki kesempatan punya rumah yang layak.
"Ya, ingin juga memiliki rumah yang layak. Mudah-mudahan pemerintah mau memperhatikan kami," katanya. (*/Tribun Jabar)
Kisah Satpol PP Bantul Jadi Bapak Asuh Puluhan Anak Yatim piatu, Lansia dan Dhuafa
Murty Indrady merupakan seorang staff tim patroli Satpol-PP Kabupaten Bantul. Tanpa diketahui banyak orang, Lelaki 31 tahun itu menjadi bapak asuh dari puluhan anak-anak yatim piatu, Lansia dan dhuafa. Selain tiap bulan membagikan paket sembako, bersama komunitas Berkah Bantul, ia memiliki program rutin, bedah rumah, untuk kalangan warga tidak mampu.

SEBAGAI manusia, Murty Indrady sangat sadar bahwa hidup tak mungkin bisa berjalan sendiri. Selalu butuh bantuan. Tolong menolong. Karena hanya itu, menurut dia yang mengajarkan rasa ikhlas dan ketenangan.
Indra, begitu orang-orang memanggilnya, bisa jadi tak pernah absen menanam kebaikan. Hatinya tak pernah tenang ketika mendengar orang lain kesusahan. Baginya, menolong adalah ketenangan sekaligus bekal, saat kelak diminta pulang menghadap Tuhan.
Menolong orang lain, dikatakan dia, tidak pernah mengenal kata rugi. Ia mengaku menemukan banyak hal luar biasa bahkan diluar batas rasional, ketika selama ini memberikan bantuan terhadap orang yang sedang kesusahan.
"Alhamdulillah. Tuhan memberikan saya hati yang ketika melihat orang susah tidak bisa diam. Jalan itu tidak pernah saya sangka. Ketika saya melihat orang susah dan membutuhkan biaya besar. Saya berdoa dan selalu saja ada jalannya," terang dia.
Selama ini Indra mengaku banyak belajar dari orang-orang yang tidak mampu. Kehidupan dunia menurutnya ketika dikejar terus-menerus tidak akan pernah ada habisnya.
"Bersama orang yang tidak mampu, saya belajar bersyukur," ujar suami dari Yuli Susanti itu.
Indra, disela kesibukannya sebagai penegak peraturan daerah, ia juga pendiri sekaligus ketua Berkah Bantul.
Sebuah komunitas sosial di Kabupaten Bantul yang salah satu kegiatannya membagikan paket - paket sembako dan bantuan kepada warga binaan. Warga binaan ini, kebanyakan adalah warga kurang mampu.
Termasuk didalamnya ada anak-anak yatim piatu.
"Anak-anak yatim yang sudah saya anggap keluarga sudah ndak terhitung," kata dia.