Kisah Pasangan Lansia Tinggal di Gubuk, Makan Nasi Sisa Hingga Puasa Tanpa Makanan
Selain kondisi rumah yang kumuh terbuat dari daun kelapa juga terkadang harus makan dengan nasi sisa yang kemudian dikeringkan
Sepasang suami istri yang sudah renta, terpaksa tinggal di sebuah gubuk tak layak huni. Pasangan suami istri lanjut usia itu merupakan warga Kampung Cijulang Ngadeg, Desa Mandalajaya, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya.
Mereka hidup serba kekurangan.
Selain kondisi rumah yang kumuh terbuat dari daun kelapa juga terkadang harus makan dengan nasi sisa yang kemudian dikeringkan lalu dikukus ulang (aron).
Mereka juga terkadang puasa karena tak ada makanan.

Pasangan manula itu adalah Suryana (81) dan Entat (79).
Mereka hidup cukup memprihatinkan.
Keduanya tinggal di gubuk lusuh berukuran 4x3 meter.
Selama ini mereka hanya menerima belah kasihan para tetangga.
Pasalnya Suryana sudah tak bisa mencari nafkah karena sudah tak bisa berjalan lagi.
Uang yang ada sekadarnya hasil Entat yang jadi buruh serabutan.
Entat mengatakan, ia sebenarnya memiliki sejumlah anak.
Namun nasib mereka pun tak jauh seperti orang tuanya walau memiliki rumah masing-masing.
Satu di antaranya merantau ke Lampung dan sesekali mengirim uang.
"Kalau kebetulan punya uang, ya, dibelikan beras sama minyak goreng. Kalau tidak ada biasanya dari tetangga. Tapi terkadang mengumpulkan nasi sisa untuk dijadikan aron, karena malu kalau dari tetangga terus. Kalau tidak ada, ya, puasa tapi sesekali," kata Entat.
Rumah yang dihuninya saat ini juga dibuat oleh para tetangga dengan memanfaatkan pohon dan daun kelapa.