Jawa

Proyek Pembangunan Dikejar Waktu, Walikota Magelang: Pelaksana Mesti Bergerak Cepat

Rata-rata proyek pembangunan telah berjalan sesuai target, meski beberapa proyek telat dengan selisih 1-2 persen dari target yang telah ditetapkan dar

Proyek Pembangunan Dikejar Waktu, Walikota Magelang: Pelaksana Mesti Bergerak Cepat
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Walikota Magelang, Sigit Widyonindito, bersama Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina, Sekda Kota Magelang dan jajarannya, turun langsung meninjau progress pembangunan di sejumlah proyek di Kota Magelang dari RSUD Tidar sampai Lapangan Tenis di Sport Center Sanden, Senin (2/9/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Proyek-proyek pembangunan di Kota Magelang terus digenjot, mulai dari gedung pelayanan RSUD Tidar, infrastruktur jalan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bojong, Gedung Inspektorat, rumah dinas di Jalan Diponegoro, Lapangan Tenis Indoor maupun outdoor di Komplek Sport Center Sanden.

Rata-rata proyek pembangunan telah berjalan sesuai target, meski beberapa proyek telat dengan selisih 1-2 persen dari target yang telah ditetapkan dari awal pembangunan, hingga saat ini. Tenggat akhir secara kesuluruhan jatuh pada bulan 10-12 tahun 2019 ini.

Pelaku Budidaya Ikan di Kota Magelang Dilatih Bikin Pakan Ikan Berbahan Lokal dan Bermutu Tinggi

"Hampir berimpit semuanya. Ada satu, dua atau tiga persen wajar. Seperti di Gedung Wanita, kenapa kok bisa telat dua persen, satu persen, karena ternyata waktu membongkar, penghapusan gedungnya butuh waktu, butuh ini dan lain sebagainya," kata Walikota Magelang, Sigit Widyonindito, Senin (2/9) saat meninjau progress pembangunan di sejumlah proyek di Kota Magelang.

Pihaknya secara ketat memantau progress dan pelaksana proyek-proyek pembangunan tersebut. Ia berharap kepada pihak ketiga agar pembangunan dapat selesai tepat waktu, sesuai dengan kontrak yang telah ditetapkan.

Ia juga mewanti-wanti mereka agar pengerjaan tak molor, bahkan sampai putus kontrak karena pekerjaan tak beres.

"Kami ingin melihat langsung progressnya. Meski agak jauh waktunya, sampai akhir 2019, tetapi kita ingin melihat progresnya, kendala atau hambatan yang ada. Saya lihat ini ada yang selisih 1-2 persen saya kira wajar. Harapan saya di tahun 2019, sama dengan tahun yang dulu, jangan sampai terjadi putus kontrak," ujar Sigit.

Sigit mengatakan, tidak ada masalah yang berarti saat pengerjaan proyek. Meski demikian, pembangunan dikejar waktu.

Musim penghujan yang akan segera tiba ini bisa menyebabkan hambatan dan membuat molor progress pembangunan.

Para pelaksana pembangunan pun diminta tidak manja atau kerja sembrono, enak-enakan.

Halaman
123
Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved