Yogyakarta
Pembangunan Sumur Wakaf Global Wakaf-ACT Mencapai 264 Sumur di Indonesia
Bagus Suryanto selaku Kepala Cabang ACT DIY mengatakan Kabupaten Gunungkidul menjadi prioritas utama ACT DIY dalam membantu mengatasi bencana kekering
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY bersama Bimo Transport hadir dengan program pembangunan sumur wakaf untuk meredam dampak kekeringan di Dusun Grogol, Kecamatan Ponjong Gunungkidul.
Bagus Suryanto selaku Kepala Cabang ACT DIY mengatakan Kabupaten Gunungkidul menjadi prioritas utama ACT DIY dalam membantu mengatasi bencana kekeringan.
"Selain program dropping air bersih yang sudah intens dilakukan sejak Juni lalu, kita juga hadirkan sumur wakaf seperti di Dusun Grogol, harapannya secara perlahan dapat memutus rantai bencana kekeringan setiap kali musim kemarau tiba,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com, Senin (2/9/2019).
• Ribuan Sumur Wakaf-ACT, Solusi Jangka Panjang Kekeringan di Berbagai Daerah
Sampai saat ini, pembangunan sumur wakaf Global Wakaf-ACT telah mencapai 264 sumur di seluruh Indonesia dan sumur ke-19 untuk wilayah DIY sedang dibangun di Dusun Grogol, Desa Tambakromo, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul.
Pembangunan yang Sumur Wakaf yang diprakarsai Global Wakaf-ACT di Dusun Grogol ini dimulai sejak sepekan lalu dengan kedalaman 76 meter.
"Untuk proses pengeboran saat ini sudah selesai tinggal pembangunan MCK, Tandon air, pemasangan pompa serta pipanisasi ke masjid dan ke warga sekitar, dan akan dimanfaatkan sebanyak 81 KK atau 380 jiwa,” katanya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/aksi-cepat-tanggap-act-diy-bersama-bimo-transport.jpg)