Yogyakarta

4 Hari Operasi Patuh Progo Catat 927 Pelanggaran Pelajar

Sejak dimulai pada 29 Agustus hingga hari keempat, ada 927 pelanggaran pelajar, 557 di antaranya masih belum cukup umur.

4 Hari Operasi Patuh Progo Catat 927 Pelanggaran Pelajar
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jajaran Polda DIY masih melaksanakan Operasi Patuh Progo 2019.

Sejak dimulai pada 29 Agustus, banyak pelajar yang melakukan pelanggaran.

Menurut data hingga hari keempat ada 927 pelanggaran pelajar, 557 di antaranya masih belum cukup umur.

Pengemudi yang masih belum cukup umur menjadi satu prioritas dalam Operasi Patuh Progo 2019.

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Ada delapan prioritas dalam Operasi Patuh Progo 2019.

Delapan prioritas selama operasi patuh 2019 adalah tidak tidak menggunakan helm SNI, tidak menggunakan safety belt, kendaraan roda empat yang melebihi batas kecepatan, menggunakan gawai saat berkendara, melawan arus, mengemudi dalam pengaruh alkohol, pengemudi di bawah umur, dan menyalakan lampu ratator atau Strobo.

Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda DIY, AKBP Tri Iriani mengatakan bahwa angka pelanggaran pelajar masih tinggi.

Selain belum cukup umur, pelanggaran yang dilakukan pelajar adalah tidak mengenakan helm SNI dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi.

"Yang belum cukup umur anak kelas X, kalau sudah kelas XI dan XII kan sudah boleh naik motor, kalau punya SIM. Pelanggaran masih tetap tinggi," katanya pada Tribunjogja.com, Senin (2/9/2019).

Dirlantas Polda DIY : Operasi Patuh Progo 2019 Lebih Diprioritaskan pada Pagi dan Siang Hari

Guna meningkatkan pemahaman siswa agar tertib lalulintas, pihaknya datang ke sekolah-sekolah untuk melakukan sosialisasi.

Tak jarang pihaknya juga didapuk menjadi pembina upacara. Dengan begitu, ia bisa menyampaikan pesan-pesan ketertiban lalu lintas.

Dengan masih banyaknya pelanggaran pelajar, ia mengimbau orangtua untuk ikut mendukung operasi patuh Progo 2019.

Dukungan tersebut bisa diwujudkan dengan mengantar anak ke sekolah, bagi yang belum cukup umur dan memiliki SIM.

"Peran orangtua sangat besar. Kalau memang belum cukup umur, belum punya SIM ya jangan berikan motor. Diantara dulu sampai anaknya cukup umur dan membuat SIM," pungkasnya. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved