Kronologi Penambang Pasir yang Tewas Tertimbun Longsoran di Kali Boyong Pakem Sleman
Proses evakuasi berjalan sulit lantaran besarnya material yang menimpa hampir seluruh badan korban.
Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Seorang penambang pasir ditemukan tewas tertimpa batu di sungai Boyong tepatnya di Dusun Kalireso, Candibinangun, Pakem, Sleman Minggu (1/9/2019).
Proses evakuasi berjalan sulit lantaran besarnya material yang menimpa hampir seluruh badan korban.
Kapolsek Pakem, Kompol Haryanta, saat ditemui di lokasi kejadian menjelaskan bahwa korban yang bernama Jumarno (60) warga asli Temanggung ditemukan sudah tertimpa material seperti batu dan tanah pada pukul 10.00 pagi.
Saat itu ada warga yang akan mengambil pasir.
"Pukul 10.00 ada yang datang untuk mengambil pasir, dia tengok-tengok kok ada korban (tertimpa longsoran) kemudian melapor Polsek," ujarnya.
Diduga, Jumarno sudah tertimpa longsoran jauh sebelum akhirnya ditemukan saksi.
Ia tertimpa lonsoran material dari tebing setinggi empat meter.
"Kalau dari keterangan warga, biasanya dia menambang dengan temannya, tapi hari ini dia sendiri," jelasnya.
Jumarno sendiri adalah warga Temanggung yang kesehariannya tinggal di dusun tak jauh dari lokasi penambangan.
Di sana ia bersama penambang lain, mengeruk pasir secara manual.
Ia ditemukan sudah dalam keadaan tewas dengan kondisi badan yang hampir semuanya tertimbun batu dan material lainnya.
Proses evakuasi melibatkan sekitar 30 personel dari SAR linmas, BPBD, Basarnas, dan TNI.
"Tadi sempat analisa kalau evakuasi manual akan sulit, harus dipecah (batunya). Setelah pecah kemudian ditarik mobil, korban kelihatan baru evakuasi. Kemudian di bawa ke RS Bhayangkara," urainya.
Proses evakuasi berlangsung selama dua jam.
"Hampir seluruh tubuh korban tertimpa bongkahan padas. Bongkahannya bisa mencapai lima kuintal," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/olah-tkp-longsoran-di-kali-boyong.jpg)