Kulon Progo
Drone dan Balon Udara, Potensi Ancaman Serius bagi YIA
Balon udara maupun drone akan mengganggu keselamatan operasi penerbangan, terutama saat pesawat menjalani proses lepas landas maupun pendaratan.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Keberadaan pesawat tanpa awak atau drone maupun balon udara bisa menjadi ancaman serius bagi operasi penerbangan di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).
Namun begitu, sejauh ini tingkat keamanan di bandara baru ini masih cukup bagus.
VIce President of Airport Security, PT Angkasa Pura I, Dony Subardono mengatakan, di YIA telah terbentuk Airport Security Commitee (ASC) atau komite keamanan bandara dari berbagai entitas atau unsur yang berkepentingan.
Di antaranya dari unsur militer dan kepolisian, intelijen, bea cukai, imigrasi, karantina, kesehatan, dan juga pemerintah daerah serta maskapai dan lainnya.
• Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet
Untuk mempercepat pemahaman terhadap berlakunya ASC, pihaknya juga menggandeng Airport Council International (ACI) untuk memberi gambaran hal apa saja yang berlaku di bandara kelas dunia tentang penjagaan keamanan bandara.
"Keamanan untuk di bandara Kulon Progo ini dari hasil assessment terkahir masih taraf normal dan aman. Kemungkinan yang terjadi adalah ancaman drone dan balon udara. Namun, sampai saat ini belum ada catatan ancaman serius," kata Dony saat ditemui Tribunjogja.com usai pertemuan ASC YIA dengan ACI di Temon, Jumat (30/8/2019).
Ia menyebut, keberadaan balon udara maupun drone akan mengganggu keselamatan operasi penerbangan, terutama saat pesawat menjalani proses lepas landas maupun pendaratan.
Sejauh ini, balon udara sudah sering terlihat pada koridor penerbangan di Yogyakarta saat musim Lebaran, terutama dari wilayah Temanggung dan Wonosobo.
• Pembangunan FIsik Hanya 17 Bulan, Bandara YIA Siap Beroperasi di 2020
Namun, untuk Bandara YIA, sejauh ini masih relatif aman.
Kondisi itu menurutnya terjadi karena masih kurangnya pemahaman publik atas keamanan dan kegiatan yang berpotensi mengganggu operasi penerbangan.
Ancamanan gangguan burung menjadi perhatian tersendiri dari Bird Strike Commitee dan sejauh ini belum ada laporan gangguan.
Adapun terkait keberadaan tambak udang, disebut Doni tidak berkaitan langsung dengan masalah keamanan di bandara YIA.
Lagipula tambak itu berada di luar wilayah bandara sehingga bukan kewenangan ASC.
Namun begitu, perhatian tetap harus diberikan dan pihaknya akan merangkut petambak untuk deteksi awal terhadap potensi gangguan keamanan.
• Dukung Pariwisata, Jokowi Pastikan Bandara YIA Terkoneksi dengan Jalur Tol dan Kereta
Hal terpenting menurutnya adalah membangun kebiasaan dan kesadaran masyarakat terhadap budaya keamanan (security culture).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gerbang-yia.jpg)