Kulon Progo
Drone dan Balon Udara, Potensi Ancaman Serius bagi YIA
Balon udara maupun drone akan mengganggu keselamatan operasi penerbangan, terutama saat pesawat menjalani proses lepas landas maupun pendaratan.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Gaya Lufityanti
Misalnya, petugas cleaning service menemukan tas yang ditinggalkan atau ada gerakan maupun aktivitas mencurigakan bisa langsung melaporkannya pada petugas keamanan terkait.
Upaya membangun budaya keamanan ini menurutnya tak bisa instan dan perlu waktu panjang sekitar 2-3 tahun.
"Bagaimana kita membangun kepedulian mereka sehingga mau melaporkan. Biasanya kan orang kita apatis. Jika YIA ingin kelasnya disamakan bandara dunia, kita harus berkomitmen menerapkan aturan seperti di bandara dunia," kata Dony.
Team Leader ACI sekaligus Head of Security and Emergency Planning Brisbane Airport Corporation, Australia, Gary Bowden mengatakan di Bandara YIA sudah terbentuk ASC yang cukup profesional dan ia bisa segera meyakinkan komunitas keamanan di tiap bandara di dunia atas pencapaian tersebut.
• Presiden Jokowi Puji Kualitas Bandara YIA Kulonprogo, Sebut Pembangunan YIA Tercepat di Indonesia
Hal terpenting menurutnya adalah bahwa YIA adalah bandara baru dan ada kesempatan untuk setiap pihak di dalamnya menerapkan perihal kemananan sebagaimana di bandara kelas dunia dengan lebih baik.
"Ada bandara baru dan kesempatan baru untuk melakukan hal serupa kami secara lebih baik untuk masa depan. Ini perlu komitmen kuat dari ASC di sini untuk bekerjasama menangani masalah keamanan sehingga ada tingkat keamanan tertinggi yang bisa dicapai YIA di masa depan," kata Bowden.
Ia menyebut, tiap unsur dalam ASC perlu menganalisa perkembangan ancaman dari sudut pandang masing-masing lalu membuat peta risiko yang mungkin terjadi.
Hal itu lalu bisa disinkronkan satu sama lain.
Komite ini juga harus sering membahas berbagai dinamika lapangan dalam pertemuan yang digelar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gerbang-yia.jpg)