Breaking News:

Pendidikan

Dukung Pembangunan PLTN, BATAN Siapkan SDM Unggul

Apabila Indonesia memutuskan untuk membangun PLTN maka BATAN akan membantu dari sisi teknis maupun menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk melakuka

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan (tengah) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir - Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN - BATAN) sebelumnya pernah berdiskusi terkait pemanfaatan nuklir melalui Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dengan Pemerintah Daerah Kalimantan Timur.

Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan mengatakan namun hingga saat ini belum ada pembicaraan lebih lanjut dengan Pemda Kalimantan Timur terkait wacana pembangunan PLTN di ibukota baru.

Anhar menuturkan, apabila Indonesia memutuskan untuk membangun PLTN maka BATAN akan membantu dari sisi teknis maupun menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk melakukan transfer pengetahuan dan transfer teknologi.

Dorong Go Nuclear, BATAN Siapkan Pembangunan PLTN

"Secara teknologi, kita harus bisa menyerap teknologi itu sehingga nanti tidak selalu bergantung pada penyedia teknologi dari luar negeri," ujarnya usai menghadiri wisuda STTN BATAN pada Kamis (29/8/2019).

Sementara untuk menyiapkan SDM, kata Anhar, lulusan STTN - BATAN saat ini telah dibekali modal berupa pengetahuan mengenai reaktor nuklir.

"Pastinya kalau diputuskan akan membangun (PLTN) itu diperlukan training. Tetapi training lebih mudah dengan lulusan yang dihasilkan di STTN - BATAN," terangnya.

Lanjutnya, dengan adanya pemindahan ibukota ke Kalimantan Timur, tentunya juga dibarengi dengan kebutuhan energi yang besar dan bersih.

Untuk itu, kata dia, pilihannya adalah dengan membangun PLTN.

Indonesia Perlu PLTN, Namun Butuh Kebijakan Berkesinambungan

"BATAN ditanya PLTN seperti apa? Tergantung juga kebutuhannya, berapa dayanya, berapa unit yang dibutuhkan, tempatnya ada di mana," ujar dia.

Sementara untuk penentuan lokasi, BATAN akan membantu dari sisi bagaimana hasil evaluasi tapaknya.

"Dari situ kemudian bergantung pada dayanya. Kalau skala yang beredar di dunia saat ini untuk ukuran 1000 MW kita kenal sebagai PLTN Generasi III+. Kita akan merekomendasikan teknologi yang sudah terbukti seperti Generasi III+," jelasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved