Kulon Progo

AP I Berdayakan Lansia Terdampak Bandara YIA Lewat Pelatihan Usaha Belut dan Jamur

Ide utama program ini adalah memberikan kesempatan bagi lansia untuk tetap produktif di hari tua.

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
AP I memberikan pelatihan usaha budidaya belut dan jamur tiram kepada para lansia terdampam pembangunan Bandara YIA. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Perhatian khusus diberikan PT Angkasa Pura I kepada warga terdampak pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) kalangan lanjut usia (lansia).

Para lansia itu diberikan pelatihan usaha pengolahan belut dalam tong dan budidaya jamur tiram.

Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT AP I, Devy Suradji mengatakan ada sekitar 100 orang peserta program pelatihan pemberdayaan kelompok lansia ini.

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Mereka adalah warga dari lima desa terdampak pembangunan YIA yakni Palihan, Jangkaran, Glagah, Sindutan, dan Kebonrejo.

Pelatihan berlangsung pada 28-31 Agustus 2019 ini.

Devy mengatakan, ide utama program ini adalah memberikan kesempatan bagi lansia untuk tetap produktif di hari tua.

Menurutnya, produktivitas tak dibatasi oleh usia melainkan kemauan tiap individu.

"Hidup harus terus berkarya selama masih ada kemauan dan kesanggupan. Budidaya belut dan jamur ini potensial dan mudah dikembangkan. Lewat program ini kita ingin berikan kesempatan mereka tetap produktif mengisi hari tuanya," kata Devy saat ditemui Tribunjogja.com pada pembukaan program pelatihan lansia, Rabu (28/8/2019) di kantor Help Desk YIA, Temon.

Menhub Budi Karya Minta Frekuensi Kereta Api Bandara YIA Ditingkatkan

Tak hanya pelatihan usaha, AP I disebut Devy juga akan terus memberikan pendampingan dalam cara pengemasan produk olahan dan pemasarannya di skala rumahan maupun lebih luas.

Sangat mungkin juga hasil produksi para lansia itu nanti turut dipasarkan di area bandara YIA karena di sana saat ini sudah ada gerai khusus penjualan produk UMKM.

Ia menegaskan, program pelatihan dan pendampingan semacam ini akan dilakukan AP I secara berkelanjutan.

Selain pelatihan usaha, AP I bekerjasama dengan pemerintah daerah juga telah memfasilitasi berbagai jenis pelatihan kerja untuk warga terdampak.

Di antaranya pelatihan security, baggage towing, hingga pelatihan Bahasa Inggris.

"Bandara boleh cantik dan besar tapi warga di sekitarnya juga harus sejahtera," kata Devy.

Promosi Wisata Harus Digencarkan Sekalipun Bandara YIA Belum Tuntas

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Daerah (Setda) Kulon Progo, Jumanto mengatakan pelatihan itu akan sangat bermanfaat bagi kesejahteraan lansia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved