Yogyakarta
Promosi Wisata Harus Digencarkan Sekalipun Bandara YIA Belum Tuntas
Infrastruktur ini akan mendukung aksesibilitas dalam mendorong sektor pariwisata selain juga perlunya ketersediaan atraksi bagi wisatawan.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Beroperasinya Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo diyakini bisa mendukung pencapaian target kunjungan dua juta wisatawan mancanegara di wilayah Jawa Tengah dan DIY hingga 2020.
Infrastruktur ini akan mendukung aksesibilitas dalam mendorong sektor pariwisata selain juga perlunya ketersediaan atraksi bagi wisatawan.
Hal itu diungkapkan Menteri Pariwisata, Arief Yahya saat berkunjung ke Bandara YIA, Jumat (23/8/2019).
Ia ingin melihat kesiapan YIA dalam menyambut kunjungan wisatawan yang hendak ke kawasan Candi Borobudur yang menjadi destinasi super prioritas oleh pemerintah pusat.
Kunjungannya itu sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas kabinet pada 15 Juli 2019 lalu di mana diinstruksikan agar infrastruktur dan utilitas dasar harus dituntaskan pada 2020.
• Bus Kawasan Strategis Pariwisata Sepi Peminat
Infrastruktur dasar ini antar alain mencakup kesiapan jalan dan akses transportasi pendukung, termasuk bandara sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara selain juga aspek utilitas dasar seperti listrik, air bersih dan jaringan internet.
"Kita sudah cek ke Pak Dirut (Direktur Utama PT Angkasa Pura I), aman dan bahkan paling tidak April 2020 sudah selesai semua. Namun, selain airport ini sendiri, akses dari dan menuju ke sini juga penting,"kata Arief.
Maka itu, pemerintah pusat disebutnya telah menyusun anggaran cukup besar hingga Rp2,1 trilun untuk pengembangan kawasan Borobudur dan sekitarnya.
Sekitar Rp1,5 triliun di antaranya datang dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Raklyat (PUPR) untuk pembangunan aksesibilitas dari bandara menuju Kota Yogyakarta dan Borobudur sehingga hampir bisa dipastikan kelayakannya akan terpenuhi.
"Di 2019 lalu anggaran PUPR untuk destinasi Borobudur hanya Rp300 miliar dan 2020 jadi Rp1,5 triliun. Jadi, mungkin tidak perlu khawatir soal akses dari bandara ini karena hampir bisa terpenuhi,"jelas Arief.
• Kalender Wisata di Candi Prambanan, Ratu Boko dan Borobudur
Selain itu, ia juga meminta semua pihak terkait dalam sektor kepariwisataan untuk juga meningkatkan pemasaran.
Meski pembangunan Bandara YIA belum tuntas sepenuhnya, ia meminta agar pemasaran pariwisata sudah dilakukan semenjak saat ini.
Kementerian Pariwisata bersama Dinas Pariwisata di Jateng-DIY, AP I, dan juga maskapai penerbangan sudah bersepakat untuk mendatangkan wisman melalui YIA karena diketahui mayoritas wisman datang ke Indonesia melalui jalur udara.
Arief juga menekankan perlunya program promosi dan atraksi untuk lebih menarik wisatawan datang ke Jateng-DIY melalui YIA.
Ia mengapresiasi adanya program promosi yang diberikan AP I di YIA kepada maskapai penerbangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/menteri-pariwisata-arief-yahya-meninjau-bandara-yia-di-kulon-progo.jpg)