Sleman

BREAKING NEWS: Hasil Pantauan Pos Babadan; Ada Titik Api Sisa Luncuran Lava Merapi

Menurut Petugas Pos Pemantauan Gunung Merapi (PGM) Babadan, Heru Purwoko, saat luncuran terjadi, cuaca sekeliling Merapi cenderung berkabut.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
twitter BPPTKG
Awanpanas guguran Gunung Merapi terjadi pada tanggal 27 Agustus 2019 pukul 18:09 WIB. Awanpanas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo max. 70 mm dan durasi ±198.90 detik. Jarak luncur 2.000 m ke arah hulu kali Gendol. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - BPPTKG melaporkan Gunung Merapi luncurkan guguran lava sejauh 2 km pada Selasa (27/08/2019) petang.

Meskipun demikian, secara visual luncuran tersebut tidak begitu teramati.

Menurut Petugas Pos Pemantauan Gunung Merapi (PGM) Babadan, Heru Purwoko, saat luncuran terjadi, cuaca sekeliling Merapi cenderung berkabut.

Merapi Gugurkan Lava Sejauh 2 Km, Warga di Lereng Tak Rasakan Getaran

"Tapi kalau dari CCTV sektor tenggara bisa teramati dengan baik, mulai situasi puncak Merapi hingga seputaran Deles, Klaten," kata Heru saat dihubungi malam ini.

Saat ini, Heru menyampaikan situasi sudah kondusif.

Namun sisa-sisa luncuran lava Merapi masih terlihat di seputaran kawah yang baru terbentuk.

Sisa-sisa tersebut berupa titik-titik api diam yang kondisinya masih panas sebagai akibat dari guguran lava.

Menurut Heru, titik api tersebut banyak terlihat di sisi tenggara.

"Sebab di sisi tersebut ada bukaan kawah yang melebar. Sebagian juga merupakan titik api sisa guguran sebelumnya," jelas Heru.

BREAKINGNEWS: Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh Dua Kilometer

Heru juga mengklarifikasi adanya isu getaran atau gempa seismik hasil guguran lava Merapi tersebut.

Ia menjelaskan, getaran terutama bisa dirasakan bagi warga yang dekat dengan lokasi luncuran.

Selain getaran, suara gemuruh juga bisa terdengar cukup keras oleh warga yang dekat.

Sebab guguran lava membawa material batuan yang runtuh.

"Namun dari Babadan tidak terasa getaran atau gemuruh, sebab jaraknya sekitar 7 km dari puncak," ujar Heru.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved