Kulon Progo
Antisipasi Kebakaran Hutan, Warga Kulon Progo Diminta Tak Bakar Sampah Sembarangan
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dengan potensi munculnya api yang menyebabkan kebakaran di kawasan hutan dan lahan pekarangan saat kemarau
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dengan potensi munculnya api yang menyebabkan kebakaran di kawasan hutan dan lahan pekarangan (karhutla) saat musim kemarau ini.
Di antaranya dengan tidak membakar sampah sembarangan tempat dan mewaspadai penggunaan api di rumah tangga.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Ariadi mengatakan potensi kebakaran itu bisa meningkat tajam saat musim kemarau.
Dalam hal ini, Bupati Kulon Progo sudah mengeluarkan surat edaran yang berisi imbauan dan larangan pembakaran sampah di sembarang tempat.
• Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet
Diharapkan masyarakat tidak membakar sampah melainkan cukup menimbunnya saja.
"Perlu juga mewaspadai potensi kebakaran dari puntung rokok yang dibuang sembarangan," kata Ariadi pada Tribunjogja.com, Senin (19/8/2019).
BPBD Kulon Progo mencatat, semua sudut wilayahnya berpotensi terjadi kebakaran.
Antara lain potensi kebakaran di lahan tebu, kawasan hutan rakyat, hingga di pemukiman dan rumah tangga.
Adapun potensi terjadi kebakaran lahan antara lain di Kokap, Girimulyo, dan Kalibawang.
Pada tahun ini sudah ada 19 kejadian kebakaran sedangkan di 2018 lalu ada 72 kejadian kebakaran.
• Hingga Bulan Agustus, Tercatat Ada 94 Kasus Kebakaran Terjadi di Bantul Sepanjang Tahun Ini
Pada Minggu (18/8/2019) lalu, peristiwa kebakaran juga terjadi di sebuah lahan pekarangan milik warga di Pedukuhan Selo Timur, Desa Hargorejo, Kecamatan Kokap. Lokasinya berdekatan dengan kawasan Suaka Margasatwa Sermo.
Kebakaran terjadi setelah warga membakar sampah daun kering dan meninggalkannya begitu saja sehingga api merembet lalu membakar lahan pekarangan seluas sekitar 1 hektare.
"Api berhasil dipadamkan petugas terkait dan tidak ada kerugian yang timbul. Kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi karena bisa saja merembet ke kawasan Sermo,"kata Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) wilayah VI Sermo, Sugeng.
Pihaknya turut mengimbau masyarakat di sekitar kawasan suaka margasatwa Sermo untuk lebih berhati-hati jika membakar sampah karena kebakaran rawan terjadi saat musim kemarau seperti ini.
Pihaknya juga kerap mengimbau anak-anak muda yang nongkrong di kawasan hutan Sermo agar tidak membuang puntung rokok sembarangan hingga membuat kebakaran lahan.
• Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan di Lereng Merapi, BTNGM Giatkan Patroli
Kebakaran hutan di Sermo pernah terjadi pada 2013,2015, dan 2018 lalu.
Pada tahun lalu, area yang terbakar mencapai luasan 3 hektare dan berbagai jenis pohon terbakar habis.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 BKSDA DIY, Untung Suripto, menyebut 70 persen kawasan Suaka Margasatwa Sermo rawan terjadi kebakaran.
Khususnya, area yang berbatasan langsung dengan lahan masyarakat.
Kebakaran bisa dipicu oleh tindakan pembersihan lahan dengan cara membakar, bekas api unggun yang lupa dimatikan, hingga karena tindakan membuang puntung rokok secara sembarangan.
"Kebakaran lahan dan hutan biasanya muncuk di puncak musim kemarau, antara Agustus sampai September,"kata dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-kulonprogo_20180731_185841.jpg)