Sleman
Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan di Lereng Merapi, BTNGM Giatkan Patroli
Di wilayah sekitar lereng Merapi, sudah ada pokdarwis yang akan membantu petugas dalam mengantisipasi dan menginformasikan jika terjadi kebakaran.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Potensi kebakaran menjadi ancaman di lereng Merapi pada puncak musim kemarau Agustus ini.
Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) pun lebih mengintensifkan patroli untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Taman Nasional wilayah 1 BTNGM Wiryawan mengungkapkan pekan kemarin telah terjadi kebakaran hutan seluar 25 meter persegi di wilayah Jurangjero, Magelang.
• Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah
Kebakaran tak meluas setelah masyarakat yang mengetahui kejadian itu langsung berinisiatif untuk memadamkan api sembari menunggu petugas datang.
Wiryawan mengatakan agar potensi kebakaran dapat ditekan, maka pihaknya menerapkan patroli rutin.
Kegiatan tersebut juga menggandeng aparat kepolisian maupun Masyarakat Mitra Polhut (MMP).
Ia memaparkan, di wilayah sekitar lereng merapi, sudah ada kelompok masyarakat sadar wisata yang akan membantu petugas dalam mengantisipasi dan menginformasikan jika terjadi kebakaran.
“Dengan adanya kelompok masyarakat itu lebih efektif," ujarnya pada Tribunjogja.com.
• Aktivitas Gunung Merapi : Dini Hari Tadi, Merapi Luncurkan Guguran Lava Sejauh 950 Meter
Sedangkan untuk kegiatan patroli, dilakukan dengan menyisir lokasi yang rawan terjadinya kebakaran.
Lokasi tersebut seperti Jurangjero, Srumbung di wilayah Magelang, dan Cangkringan, Pakem, dan Turi di wilayah Sleman.
Ia melanjutkan, sejauh ini untuk memadamkan api pihaknya mengandalkan peralatan seperti gepyok, pompa punggung, dan mobil pemadam kebakaran.
"Mobil pemadamnya ada satu unit, sejauh ini peralatan yang ada mencukupi, karena juga dilengkapi dengan puluhan sepeda motor untuk patroli," terangnya.
Tak hanya hutan di lereng Merapi yang terancam kebakaran, wilayah pemukiman di Sleman pun juga demikian.
• Guguran Awan Panas Gunung Merapi Hari Ini Meluncur ke Hulu Kali Gendol
Kasi Operasional dan Investigasi UPT Pemadam Kebakaran Sleman, Suwandi mengatakan hingga akhir Juli 2019 kemarin sudah ada 66 kejadian kebakaran di Sleman.
Jumlah tersebut mengalami penurunan jika dibanding Juli 2018 yang berjumlah 71 kejadian kebakaran.
"Mayoritas kebakaran terjadi di lahan pekarangan maupun rumah-rumah warga. Kalau yang kebakaran pekarangan biasanya terjadi karena membakar sampah, namun apinya belum benar-benar padam. Kalau yang kebakaran rumah didominasi karena korsleting listrik maupun kelalaian masyarakat lainya," jelasnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa baik 2018 maupun 2019.
Kerugian yang dirasakan adalah materi.(*)