Kota Yogya

Baru Mulai, Proyek SAH Umbulharjo Belum Diawasi Inspektorat Kota Yogyakarta

Proyek pengerjaan Saluran Air Hujan (SAH) di Umbulharjo yang menjadi proyek dugaan suap belum menjadi proyek yang diawasi Inspektorat Kota Yogyakarta.

Baru Mulai, Proyek SAH Umbulharjo Belum Diawasi Inspektorat Kota Yogyakarta
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Proyek pengerjaan Saluran Air Hujan (SAH) di Umbulharjo yang menjadi proyek dugaan suap belum menjadi proyek yang diawasi Inspektorat Kota Yogyakarta.

Inspektur Pembantu Pembangunan Fisik Inspektorat Kota Yogyakarta, Puji Astuti mengatakan sebelum ada Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, pihaknya belum melakukan pengawasan terhadap proyek tersebut.

Meski demikian pihaknya telah melakukan pengecekkan lapangan.

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

"Awalnya kami tidak tahu, proyek yang mana. Setelah itu kami cek lapangan, ternyata proyeknya masih baru. Kami lihat belum ada lima persen pengerjaan," katanya pada Tribunjogja.com, Rabu (21/8/2019).

Ia menjelaskan untuk melakukan pengawasan fisik, pihaknya telah melakukan perencanaan dalam satu tahun.

Karena beberapa keterbatasan, dalam satu tahun hanya ada empat proyek saja yang diawasi.

Yang menjadi prioritas Inspektorat Kota Yogyakarta adalah proyek yang memiliki dampak tinggi untuk masyarakat dan juga proyek yang memiliki risiko penyimpangan paling tinggi.

"Kami tidak bisa mengawasi seluruh pembangunan di Kota Yogyakarta. Makanya kami buat prioritas,satu tahun ada empat proyek yang diawasi oleh Inspektorat Kota Yogyakarta, yang ditetapkan oleh Inspektur," jelasnya.

Pasca OTT KPK, Forpi Kota Yogya dan Warga Dorong Proyek SAH Tetap Berjalan

"Jadi kalau ada beberapa proyek, kami sortir dulu,kami pilih mana yang dampaknya paling tinggi dan risiko yang paling tinggi. Itu yang kami awasi," sambungnya.

Selain melakukan pengawasan, pihaknya juga melakukan beberapa kegiatan audit, satu diantaranya adalah audit kinerja.

Melalui audit kinerja, pihaknya memastikan agar proyek berjalan baik tanpaada penyimpangan.

"Audit ini jadi alternatif kami,kadang kan kalau kita rencakan di awal, ada yang tidak sesuai. Misalnya ada yang masih proses lelang. Dengan ini kan kami bisa cek. Misal triwulan ketiga kok belum selesai,"ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Inspektorat Kota Yogyakarta menambahkan, peristiwa OTT KPK menjadi pelajaran bagi seluruh ASN di lingkungan Pemkot Yogyakarta. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved