Pendidikan

FKM UAD Bantu Ciptakan Destinasi Wisatawan yang Aman bagi Wisatawan

Tim pengabdian kepada masyarakat UAD melaksanakan berbagai kegiatan untuk menciptakan destinasi wisata yang aman bagi wisatawan.

FKM UAD Bantu Ciptakan Destinasi Wisatawan yang Aman bagi Wisatawan
internet
logo UAD

TRIBUNJOGJA.COM - Tim dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) yang tergabung dalam tim pengabdian kepada masyarakat UAD melaksanakan berbagai kegiatan untuk menciptakan destinasi wisata yang aman bagi wisatawan.

Kegiatan tersebut meliputi pelatihan manajemen risiko keselamatan, kesehatan kerja dan wisatawan pada Minggu 24 Mei, Jumat 19 Juli 2019 dan pendampingan penyusunan SOP pada hari Senin 5 Agustus 2019, dalam upaya mencegah terjadinya kecelakaan dan penularan penyakit di tempat wisata.  

"Pelatihan manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja serta wisata ini dilaksanakan atas kemitraan FKM UAD dengan pengelola Taman Tebing Breksi yang tergabung dalam Pokdarwis Lowo Ijo Desa Sambirejo," kata Ketua pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan, Helfi Agustin, SKM, MKM melalui siaran resmi yang diterima Tribunjogja.com, Rabu (14/8/2019).

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

Adapun, pelatihan ini dilaksanakan dengan pola pendampingan mulai dari meningkatkan awareness  para pekerja di semua kegiatan wisata yang ada Tebing Breksi seperti bagian ticketing, wisata kuliner, parkir, guide, driver jeep, petugas administrasi  terkait dengan potensi bahaya yang ada terkait dengan aktifitas pekerjaan mereka, kemudian melatih pekerja untuk mengidentifikasi, menilai tingkat risiko hingga pendampingan membuat dokumentasi laporan manajemen risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta wisatawan.

"Dengan pelatihan manajemen risiko ini, harapan ke depannya pengelola Tebing Breksi akan memiliki  organisasi K3 yang dapat bekerja lebih sistematis dan mempunyai dokumentasi yang lengkap dalam kegiatan K3, sehingga pada akhirnya dapat dilakukan upaya preventif  dalam pengendalian bahaya di lokasi wisata," ujar Helfi.

Sementara, harapan pengelola wisata taman Tebing Breksi, Kholiq Widiyanto, menjelaskan bahwa kerja sama FKM UAD dan Pengelola akan terus berlanjut dengan pendampingan pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam setiap aktifitas pekerja wisata Taman Tebing  Breksi.

UAD Kukuhkan Dwi Sulisworo Sebagai Guru Besar di Bidang Ilmu Teknologi Pembelajaran

Perlu disadari bahwa tempat wisata merupakan tempat untuk bersenang-senang bagi wisatawan, di sisi lain tempat wisata sekaligus menjadi tempat kerja bagi pengelola tempat wisata tersebut.

Baik bagi wisatawan maupun pekerja di tempat wisata akan selalu ada bahaya dan risiko, termasuk risiko celaka dan sakit.

Tidak jarang kegiatan wisata justru berujung petaka bagi wisatawan, seperti kasus terjatuhnya mobil wisata ke dalam jurang, wisatawan yang hanyut ketika berwisata air, atau wisatawan yang disengat oleh ubur-ubur saat berenang di pantai, atau yang paling ekstrim adalah ketika terjadi tsunami di pantai Pangandaran pada awal tahun 2019 yang menimbulkan korban nyawa ratusan orang sekaligus.

Tentu saja setiap jenis bahaya dan tingkat risiko sangat tergantung  dari kondisi lingkungan yang dihadapi oleh wisatawan.

KKN-PPM UAD Lakukan Program Wujudkan Sedayu Sebagai Desa Bina Lingkungan

Dalam sistim pengendalian bahaya dan risiko, pihak manajemen merupakan penanggung jawab sebagai pengelola keselamatan dan kesehatan kerja, namun pekerja merupakan pelaku utama karena pekerja yang mengetahui persis kondisi dan proses kerja.

Mengetahui jenis bahaya dan tingkat risiko di lingkungan kerja adalah kunci pokok untuk dapat mengendalikan bahaya dan risiko tersebut agar tidak menjadi malapetaka atau kecelakaan yang tidak diinginkan.

Kebanyakan wisatawan belum mampu mengenali bahaya dan risiko dari lingkungan pada destinasi wisata yang mereka kunjungi.

Demikian pula dengan pekerja di tempat wisata terutama destinasi wisata yang dikelola oleh masyarakat atau yang dikenal dengan kelompok sadar wisata (pokdarwis), padahal Jogjakarta justru sedang mendorong agar destinasi wisata yang dikembangkan oleh masyarakat melalui pokdarwis.(*)

Penulis: vim
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved