Pendidikan

KKN-PPM UAD Lakukan Program Wujudkan Sedayu Sebagai Desa Bina Lingkungan

Sesuai tema KKN-PPM kali ini yaitu pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan desa bina lingkungan, program pemberdayaan masyarakat di Desa Argorejo dik

KKN-PPM UAD Lakukan Program Wujudkan Sedayu Sebagai Desa Bina Lingkungan
istimewa
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata - Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerjasama dengan Kemristekdikti menggelar beberapa program untuk mewujudkan desa bina lingkungan yang dipusatkan di Desa Argorejo, Sedayu, Bantul tempo hari 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata - Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar beberapa program yang dipusatkan di Desa Argorejo, Sedayu, Bantul beberapa waktu yang lalu.

Sesuai tema KKN-PPM kali ini yaitu pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan desa bina lingkungan, program pemberdayaan masyarakat di Desa Argorejo dikhususkan di tiga lokasi utama yaitu Dusun Polaman, Dusun Sundi Kidul dan Dusun Kepuhan.

Program KKN yang bekerjasama dengan Kemristekdikti ini dilaksanakan oleh 26 mahasiswa UAD dari berbagai bidang keilmuan yang telah terjun ke lokasi sejak 31 Juli 2019 lalu.

Mahasiswa KKN-PPM UGM Bangun Sarana Penjernih Air di Rasau Kalimantan Barat

Tim pengusung program terdiri dari Siti Kurnia Widi Hastuti MPH, Dr Fatwa Tentama MSi, Muchsin Maulana MPH, Dr Surahma Asti Mulasari MKes, Tri Wahyuni Sukesi MPH, dan Sulistyawati MPH.

Ketua KKN-PPM Siti Kurnia menjelaskan, kegiatan ini diawali dengan adanya serah terima alat-alat dan teknologi tepat guna yang dilakukan oleh ketua tim program KKN-PPM kepada Kepala Desa Argorejo dan dilanjutkan penandatanganan berita acara.

Pelaksanaan program KKN PPM ditingkat desa ini dihadiri oleh seluruh kepala dusun dan warga wilayah Desa Argorejo.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PPM Dr Fatwa Tentama MSi menyampaikan, permasalahan yang berusaha diselesaikan dengan program KKN PPM ini.

UMY Kirim 29 Mahasiswa KKN ke Davao, Filipina

Ia menjelaskan permasalahannya adalah terkait daya dukung lingkungan yang semakin menurun karena banyaknya pencemaran sampah rumah tangga dan limbah pertanian, saluran irigasi yang tercemari sampah, kejenuhan lahan akibat pupuk kimia serta kurangnya kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di lokasi.

Oleh karenanya dibutuhkan peningkatan potensi sumber daya manusianya.

"Program yang ditawarkan adalah peningkatan kapasitas SDM, terutama pendidikan dan keterampilan warga dengan cara optimalisasi penggunaan potensi lokal yang ada di sekitar masyarakat," ujarnya.

Fatwa menuturkan, pada program tingkat desa ini pelatihan yang diberikan adalah pemberian wawasan tentang kesehatan lingkungan, pelatihan motivasi berwirausaha, inisiasi pembuatan bank sampah, pembuatan komposter lindi, pembuatan aktivator, pembuatan pupuk cair dan organik dan pembuatan briket bioarang yaitu mengolah limbah pertanian berupa sekam padi dan jerami menjadi produk briket bioarang.

"Harapannya melalui program-program yang dilakukan mahasiswa KKN PPM ini dapat meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjadi solusi pencemaran lingkungan di lokasi pengabdian," katanya.

Menurut Fatwa, upaya mewujudkan Argorejo menjadi desa bina lingkungan oleh mahasiswa KKN-UAD ini akan diupayakan dalam satu bulan kedepan.

Rencananya juga akan diadakan pameran gelar produk-produk yang merupakan hasil-hasil dari masyarakat yang telah dilatih dan didampingi oleh mahasiswa KKN-PPM UAD dari setiap dusun.

"Selain itu juga akan diadakan seminar kewirausahaan briket bioarang untuk memotivasi warga agar dapat berwirausaha mandiri untuk memanfaatkan limbah pertanian dan rumah tangga untuk diolah menjadi briket bioarang," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved