Mahasiswa KKN-PPM UGM Bangun Sarana Penjernih Air di Rasau Kalimantan Barat

sarana penjernih air sungai di Desa Rasau Jaya Satu dan Rasau Jaya Tiga, Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Mahasiswa KKN-PPM UGM Bangun Sarana Penjernih Air di Rasau Kalimantan Barat
IST
Sarana penjernih air yang dibangun tim KKN-PPM UGM di kawasan Kubu Raya, Kalimantan Barat 

Mahasiswa KKN-PPM UGM Bangun Sarana Penjernih Air di Rasau Kalimantan Barat

TRIBUNJOGJA.COM -- Tim KKN PPM (Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pengabdian Masyarakat) UGM yang berjumlah 27 orang, yang bekerja sama dengan Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) membangun sarana penjernih air sungai di Desa Rasau Jaya Satu dan Rasau Jaya Tiga, Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Koordinator mahasiswa KKN, Monika Listania Yuliandari menerangkan, pembuatan sarana penjernih air sungai dilatarbelakangi karena air sungai yang ada di desa Rasau Jaya Satu dan Rasau Jaya Tiga, memiliki warna merah kecokelatan dengan kadar TSS ( total suspended solid) 232 mg/L dan pH yang mencapai angka 3 – 4.

"Untuk membuat air sungai tersebut menjadi jernih, tim kami memberikan solusi dengan membangun penjernih air sungai yang dapat menurunkan kadar TSS menjadi 68 mg/L dengan pH 6-6,5 sehingga lebih layak digunakan untuk aktivitas mandi, cuci, dan kakus" ungkapnya dilansir dari laman ugm.ac.id.

Instalasi pemurnian air dibuat menggunakan material yang terjangkau dan mudah diperoleh, dengan proses yang meliputi koagulasi, sedimentasi, dan filtrasi.

Dalam proses tersebut, air sungai dipompa dan dialirkan melewati klorin yang berfungsi untuk membunuh bakteri.

Air tersebut kemudian ditampung di tandon untuk mengalami proses koagulasi dengan penambahan pH up dan PAC dan kemudian diendapkan.

Air yang telah jernih kemudian difilter untuk menghilangkan sisa material sisa padatan ke dalam tangki penyimpanan untuk kemudian digunakan.

“Alat penjernih air ini dibuat secara sederhana sehingga nantinya dapat direplikasi oleh masyarakat. Pembuatan alat penjernih air membutuhkan dana yang cukup ekonomis,” jelasnya.

Bukan hanya itu, untuk menambah perekonomian masyarakat setempat, Monika menerangkan jika timnya juga memugar objek pariwisata berupa taman bunga di Rasau Jaya Tiga yang dikenal sebagai ‘Rajati Flower Garden’.

Kebun yang dibuka pada tahun 2018 tersebut berpotensi menjadi objek pariwisata unggulan Pontianak dengan penyempurnaan syarat pariwisata yang meliputi akses, amenitasi, dan atraksi.

“Dalam perencanaan masterplan tim KKN UGM, Rajati Flower Garden dikembangkan dari segi atraksi dengan menambahkan jenis bunga baru dan beberapa spot foto sebagai ‘point of interest’ serta menginisiasi cinderamata khas Rajati sebagai tambahan pemasukan,” ungkapnya

Selain kedua program unggulan tersebut, kegiatan KKN juga mencakup program peningkatan sumber daya manusia seperti pelatihan batik tulis, program agroindustri 4.0 meliputi pelatihan e-commerce dan pembuatan produk turunan jagung dan nanas, serta revitalisasi kesehatan meliputi sosialisasi stunting dan minggu sehat. ( Tribunjogja.com | May )

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: iwe
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved