Kulon Progo

BREAKING NEWS: Lagi, Penyu Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Congot

Dua ekor penyu ditemukan mati terdampar di kawasan Pantai Congot, Kecamatan Temon, dalam waktu sepekan terakhir.

TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Bangkai penyu kembali ditemukan terdampar di kawasan Pantai COngot, Temon, Senin (12/8/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dua ekor penyu ditemukan mati terdampar di kawasan Pantai Congot, Kecamatan Temon, dalam waktu sepekan terakhir.

Hal ini menimbulkan dugaan adanya fenomena tertentu atas hal tersebut.

Bangkai seekor penyu hijau ditemukan nelayan setempat pada Minggu (4/8/2019) di muarai sungai kawasan pantai tersebut.

Bangkai penyu itu sudah dalam keadaan mulai membusuk dan di dekatnya terdapat beberapa butir telur.

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

Selang 8 hari kemudian, pada Senin (12/8/2019), tak jauh dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) pantai tersebut, masyarakat kembali menemukan bangkai seekor penyu lekang.

"Kami mendapat laporan dari warga adanya bangkai penyu di pantai. Kami datangi lokasi dan memang betul ada bangkai penyu seberat sekitar 20 kilogram," kata Anggota Pos TNI AL Congot, Rocky Manto pada Tribunjogja.com.

Penemuan itu langsung dilaporkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY dan kelompok pelestari lingkungan setempat.

Hanya saja, hingga saat ini belum diketahu penyebab pasti matinya penyu lekang tersebut karena siklus alami atau ada penyebab lain.

Penyu Hijau Ditemukan Mati Membusuk di Pantai Dekat Bandara YIA

BKSDA dalam hal ini akan mencoba berkoordinasi dengan Fakultas Biologi UGM untuk memastikannya.

Dugaan sementara ini adalah penyu itu mati sejak masih di area perairan lalu bangkainya terdampar di pantai.

Hal itu terindikasi dari sudah rusaknya karapas atau cangkang penyu.

"Jika tidak ada luka dan hasil nekropsi tidak menunjukkan temuan aneh, kemungkinan besar karena mati tua. Penyu yang sakit biasanya juga secara alami menuju pantai," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA DIY, Untung Suripto.

Pihaknya sangat berharap kerjasama masyarakat untuk pelestarian penyu melalui berbagai partisipasi.

Di antaranya tidak membuang sampah ke laut, tidak mengambil telur penyu, serta mengampanyekan pelestariannya kepada wisatawan.

Warga Bantul Ini Lestarikan Penyu di Pantai Samas Hampir 2 Dekade

Pemerintah desa diharapkannya juga bisa menerbitkan peraturan pelindungan penyu dan habitatnya.

Ini lantaran penyu termasuk satwa purba dilindungi berdasarkan PP nomor 7/1999.

Pegiat lingkungan hidup Kulon Progo, Saptono Tanjung menilai perlu dilakukan penelitian atas banyaknya kejadian kematian penyu itu serta semakin sedikitnya penyu yang menghampiri pantai untuk bertelur di kawasan pantai selatan.

Hal ini karena penyu termasuk satwa dilindungi dan habitatnya perlu dikonservasi.

"Perlu penguatan kapasitas masyarakat secara kelembagaan dan teknis agar penyu semakin terlindungi," kata dia.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved