Yogyakarta
Pengerjaan Kelok 18 Berpotensi Dihambat Medan
Kelok 18 perlu penguatan tebing/lereng dan drainase bawah tanah atau subdrain, karenanya memerlukan perencanaan atau DED yang cukup rumit dan teliti.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Himpunan Pengembang Jalan Indonesia (HPJI) DIY menyebutkan sejumlah hambatan dalam pengerjaan jalur jalan lintas selatan (JJLS) sangat mungkin terjadi.
Utamanya untuk pekerjaan kelok 18 cukup berat lantaran mengingat medan yang cukup ekstrem.
Ketua DPD HPJI DIY, Tjipto Haribowo menjelaskan, pembangunan JJLS meliputi program, perencanaan, pendanaan dan pelaksanaan.
Hambatan untuk pengerjaan JJLS pun tentunya bisa terjadi di empat pelaksanaan program tersebut.
“Untuk pekerjaan kelok 18 cukup berat mengingat medannya cukup ekstrem. Harus banyak melakukan pemotongan dan pengurugan (cut and fill) dan penggalian (excavation), “ ujarnya pada Tribunjogja.com, Rabu (7/8/2019).
• Palette: Tips Merawat Wajah Saat Musim Panas
Dia menjelaskan, khusus untuk kelok 18 perlu penguatan tebing/lereng dan drainase bawah tanah atau subdrain.
Semuanya itu memerlukan perencanaan atau DED yang cukup rumit dan teliti.
Untuk jalan dengan kontur geometrik yang naik turun dan berkelok-kelok tentunya memerlukan lahan yang lebih luas.
“Dan ujung akhirnya adalah ketersediaan dana, baik untuk pembebasan lahan maupun konstruksinya. Untuk ruas jalan dengan empat lajur tentunya akan lebih banyak lagi dana yang diperlukan,” jelasnya.
Tjipto juga menjelaskan, JJLS dibangun untuk membuka wilayah selatan Jawa yang relatif tertinggal dibanding wilayah utara Jawa.
• Simpang Empat Glagah Kena Proyek JJLS, Pasar Tradisional Bakal Direlokasi
Dengan berkembangnya wilayah selatan Jawa diharapkan tekanan terhadap wilayah utara yang padat bisa berkurang.
JJLS juga melewati tempat-tempat wisata yang potensial untuk berkembang, maka harus dibuka dengan membangun jalan yang memadai.
Adapun hal yang tidak boleh dilupakan adalah membangun jalan-jalan akses yang menghubungkan antara JJLS dengan lokasi-lokasi wisata yang berada di sekitar JJLS.
“Setelah JJLS selesai dibangun maka akan ada tiga lintasan yang menyusuri pulau Jawa yaitu lintas utara (pantura), lintas tengah dan lintas selatan (pansela), di samping itu ada jalan tol trans Jawa. Dengan demikian diharapkan mobilitas angkutan penumpang dan barang semakin mudah dan relatif dengan waktu tempuh yang semakin singkat,” jelasnya.
• Bappeda DIY : JJLS Permudah Integrasi KEK Wisata dan Pelabuhan Gesing
Sosialisasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)