Kulon Progo

Simpang Empat Glagah Kena Proyek JJLS, Pasar Tradisional Bakal Direlokasi

Pembangunan JJLS ruas trase Ngramang-Congot akan memakan lahan di mana saat ini berdiri Pasar Glagah, kompleks pemakaman dan beberapa rumah penduduk.

Tayang:
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kawasan simpang empat Pasar Glagah, Kecamatan Temon ke depannya akan dilakukan penataan karena menyangkut proyek pengembangan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) ruas trase Ngramang-Congot.

Pasar tradisional itu beserta kompleks pemakaman di dekatnya akan direlokasi.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (PTR) Kulon Progo, Heriyanto mengatakan pembangunan JJLS oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) pada ruas tersebut akan memakan lahan di mana saat ini berdiri Pasar Glagah, kompleks pemakaman, hingga beberapa rumah penduduk di dekatnya.

Ada kebutuhan lahan lebih dari satu hektare untuk pembangunan jalan nasional tersebut sehingga mau tak mau bangunan-bangunan yang ada di simpang tersebut harus dipindahkan, terutama Pasar Glagah.

Palette: Tips Merawat Wajah Saat Musim Panas

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo kini sedang merancang skema relokasinya.

"Kami sudah mengajukan penggunaan lahan Paku Alam Ground (PAG) di sebelah utara bangunan pesanggrahan untuk relokasinya berdasarkan usulan dari Pemerintah Desa Glagah. Sudah diajukan dengan rekomendasi PTR dan Bupati," kata Heriyanto pada Tribunjogja.com, Selasa (6/8/2019).

Disebutnya, pasar tersebut berstatus milik desa dan selama ini banyak digunakan oleh pedagang maupun masyarakat dari wilayah Desa Glagah, Desa Karangwuni (Kecamatan Wates), dan sekitarnya.

Luasnya cakupan pemanfaatan pasar serta lokasinya yang berada di dekat objek wisata Pantai Glagah menjadi dasar kebijakan Pemkab Kulon Progo dan Pemdes Glagah untuk merelokasi, alih-alih menghilangkannya.

Maka itu, tempat tujuan relokasinya pun dipilihkan yang masih berdekatan yakni di dekat bangunan pesanggrahan milik Pura Pakualaman.

Bappeda DIY : JJLS Permudah Integrasi KEK Wisata dan Pelabuhan Gesing

"Rencana pemindahan ini belum disosialisasikan karena baru pengusulan dalam dua bulan belakangan. Desa dulu sudah pernah mengajukan ke PA tapi tidak ada tanggapan lalu kami sarankan melalui Bupati dan sudah diajukan lagi," kata Heriyanto.

Kepala Dinas Perdagangan Kulon Progo, Iffah Mufidati mengatakan pihaknya tak banyak terlibat dalam rencana relokasi Pasar Glagah karena statusnya pasar milik desa.

Kewenangan pengelolaannya ada di desa sedangkan untuk rencana relokasinya saat ini lebih banyak ditangani Dinas PTR, terutama untuk peruntukkan lokasinya.

Pihaknya hanya berkoordinasi jika ada hal yang perlu difasilitasi.

Pemdes Glagah mencatat saat ini ada sekitar 150 pedagang yang aktif berdagang di pasar yang berdiri sejak era 1990-an itu.

Luasan lahan pasar itu terbilang kecil sekitar 1000 meter persegi maka tak heran aktivitas pedagang kerap meluber ke badan jalan saat hari pasaran.

DPUESDM DIY Sebut Rencana Pembangunan JJLS Jadi Empat Lajur di Gunungkidul dan Kulon Progo

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved