Kulon Progo
Simpang Empat Glagah Kena Proyek JJLS, Pasar Tradisional Bakal Direlokasi
Pembangunan JJLS ruas trase Ngramang-Congot akan memakan lahan di mana saat ini berdiri Pasar Glagah, kompleks pemakaman dan beberapa rumah penduduk.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Gaya Lufityanti
Hal ini membuat rencana relokasi pasar tersebut memang sudah mendesak dilakukan.
"Kadang akses jalan juga dipakai untuk berjualan, kami prihatin sekali. Namun, antusiasme pedagang harus ditampung dan pasar desa ini harus dilestarikan dengan wujud lebih modern. Bupati berjanji akan presentasi soal relokasi ini ke Gubernur," kata Kepala Desa Glagah, Agus Parmono pada Tribunjogja.com.
Paling tidak, kebutuhan lahan untuk relokasi pasar tersebut menurutnya sekitar 2.000 meter persegi.
Sedangkan untuk relokasi makam seluas 2.500 meter persegi di atas tanah desa sedang dicari lokasi lahan penggantinya.
Agus mengatakan pihaknya masih menunggu sumber dana untuk mendapatkan lahan pengganti, terutama dari ganti rugi tanah desa yang terkena proyek JJLS.
"Kita masih cari informasi dulu. Sekarang kan JJLS masih tahap konsultasi publik dan ganti ruginya nanti konon menurut DPU akan mengunakan Danais namun sekarang masih untuk pembayaran lahan di Bantul dan Gunungkidul. Kulon progo informasinya baru tahun depan," kata Agus.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-kulonprogo_20180731_185841.jpg)