Jawa
Situs Baru Candi Mantingan di Magelang Ternyata adalah Candi Petirtaan
Candi Petirtaan ini berfungsi sebagai tempat ziarah atau penyucian diri sebelum memasuki bangunan suci.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah terus melanjutkan ekskavasi atau penggalian di situs Candi Petirtaan Mantingan, di Dusun Mantingan, Desa Mantingan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jumat (2/8/2019).
Hasil temuan dan kajian dari tim, situs candi baru tersebut diketahui adalah situs Petirtaan, atau tempat penyucian diri sebelum memasuki bangunan suci.
Pengkaji Cagar Budaya, BPCB Jawa Tengah, Junawan, mengatakan, selama lima hari penggalian, tim telah menemukan dua sudut dari struktur bangunan candi, yakni sudut sisi timur dan sisi barat.
Hasil temuan mengingdikasikan bahwa bangunan tersebut adalah candi Petirtaan dengan tipe letter U.
• Hati-hati, 5 Kebiasaan Ini Bisa Merusak Kulit Wajah
“Saat ini telah kita temukan dua sudut dari struktur yang kita telusuri. Sudut sisi timur dan barat, dan mengindikasikan bahwa ini merupakan bangunan candi petirtaan dengan tipe letter U,” kata Junawan, Jumat (2/8/2019) saat ditemui Tribunjogja.com di sela ekskavasi di situs baru Candi Petirtaan Mantingan.
Junawan mengatakan, Candi Petirtaan ini berfungsi sebagai tempat ziarah atau penyucian diri sebelum memasuki bangunan suci.
Hal tersebut tampak pada temuan struktur sepanjang 22,5 meter dengan dua sudut sisi barat dan sudut sisi timur.
Petirtaan ini adalah petirtaan dengan tipe letter U.
“Candi Petirtaan ini adalah petirtaan paling besar di Jawa Tengah yang kita temui, karena dari beberapa candi petirtaan hanya berukuran empat sampai enam meter,” katanya.
• Hari Pertama Ekskavasi di Situs Candi Mantingan, Tim BPCB Jateng Temukan Struktur Kaki Candi
Dari hasil rekonstruksi, tim BPCB Jawa Tengah telah berhasil menemukan komponen batu sebanyak Sembilan lapis dengan ketinggian 2,5 meter.
Bangunan candi dilengkapi dengan ornament pahatan yang detil dan kualitas batu yang baik.
Ukiran-ukiran batu pun dalam kondisi sangat baik.
Candi petirtaan ini dialiri air dari sumber mata air yang tak jauh dari situs.
Para peziarah akan menyucikan diri di pancuran pada bangunan tersebut.
Di situs tersebut, terdapat saluran air masuk atau outlet, dan saluran masuk atau inlet.
Ada juga temuan pecahan kendi yang terbuat dari tanah liat yang diduga digunakan untuk mengambil air di situs petirtaan.
“Keluar dan masuk air lewat saluran air tersebut. Ada jenis-jenis saluran air yang kita temukan seperti itu. Ada saluran air yang masuk dan dikeluarkan lewat pancuran. Dari pancuran itu para peziarah menyucikan diri,” tutur Junawan.
• Temuan Baru Candi di Mantingan Pernah Disebut di Dokumen Belanda Tahun 1915
Usia candi petirtaan ini sendiri belum dapat diketahui secara detail.
Tim pun menggunakan pendekatan dengan pertanggalan relative.
Candi petirtaan ini sendiri diperkirakan peninggalan abad ke-8 dan 9 Masehi.
Dari profil candi yang terlihat, bangunan dibangun pada masa klasik pertengahan.
Candi Petirtaan ini sendiri diduga kuat merupakan peninggalan agama Hindu.
Hal ini melihat kebiasaan atau tradisi menyucikan diri atau ziarah ke sumber air sebelum memasuki bangunan suci.
“Dari pertanggalan absolut, kita belum menemukan bukti-buktinya sehingga kita melakukan pendekatan dnegan pertanggalan relative. Profil candinya sesuai dengan pada masa klasik pertengahan, perkiraan angka 800-950 Masehi,” katanya.
Junawan pun mengaitkan temuan baru ini dengan situs purbakala yang ada di sebelah barat, yakni bukit Singa Barong.
• Bebatuan Diduga Bagian Bangunan Candi Kuno Ditemukan di Lahan Bekas Sawah di Magelang
Secara lapisan tanah dan geologi pada situs Mantingan, terdapat kemiripan pada situs Singa Barong.
Di bukit Singa Barong sendiri terdapat tatanan batu dan Arca Nandi (hewan sejenis sapi yang menjadi tunggangan Dewa Siwa).
Ia pun memperkirakan ada rekayasa lahan pada pembangunan candi petirtaan ini.
Ada upaya Cutting atau pemotongan pada bukit.
Mereka mencoba menghubungkan kedua situs dengan meluruskan tanah yang ada di antaranya.
“Kalau kita kaitkan dengan bukit sebelah baratnya ada singa barong, secara lapisan tanah dan geologinya, ada lapisan tanah yang disitus dengan singabarong itu sesuai layernya. Tampaknya ada upaya pemotongan bukit dan meluruskan dengansitus. Sistem cutting gitu. Lahan situs petirtaan dipotong dan diberikan struktur-struktur batuan candi,” kata Junawan.
Situs candi petirtaan Mantingan adalah ukuran paling besar yang telah ditemukan di Jawa Tengah.
• Candi Losari yang Menebarkan Pesonanya Setelah Terendam Air Bertahun-tahun
Rata-rata candi petirtaan yang ditemukan berukuran 4-6 meter saja.
Sementara di candi petirtaan Mantingan ini berukuran Panjang 22,5 meter.
Lebar bangunan sendiri tengah ditelusuri oleh tim BPCB.
“Ukuran paling besar, situs candi petirtaan mantingan. Rata-rata bangunan Petirtaan ini hanya 4-6 meter. Mungkin perlu referensi yang lebih untuk bias menyimpulkan bangunan ini terbesar. Kalau di Jolotundro, itu sekitar 18 meter, tapi ini tipe U ya bukan yang tipe kolam,” tuturnya.
Jika dilihat dari kronologi sejarah, peristiwa runtuhnya situs Candi Petirtaan Mantingan ini disebabkan oleh bencana alam gempa bumi dan limpasan lahar dari Gunung Merapi.
Limpasan lahar sangat besar.
Bangunan candi ditemukan utuh, tetapi dalam kondisi tak teratur.
“Kalau kita lihat belum ada interferensi dari manusia, tampaknya runtuhnya karena bencana alam, gempa dan disusul dengan limpasan lahar, sehingga banyak batu yang bergelimpangan dan terbalik. Kemungkinan struktur batunya pun masih lengkap,” kata Junawan.
Ekskavasi ini pun menjadi dasar atau rekomendasi tindak lanjut terhadap situs Mantingan.
Ekskavasi selanjutnya dengan sistem pengupasan, karena untuk mencari batu komponen yang berserakan tersebut, perlu dilakukan pengupasan lapisan tanah.
“Dari hasil kajian ini dulu, kita kaji untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya. Ekskavasi sementara akan berakhir besok Sabtu. Hasil temuan sementara akan kaji terlebih dahulu. Untuk keamanan candi, kami telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak penyewa tanah, sehingga dapat terus dipantau,” pungkas Junawan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/situs-baru-candi-mantingan-di-magelang-ternyata-adalah-candi-petirtaan.jpg)