Kota Yogya

Keuangan RS Jogja Dibackup APBD Kota Yogya

Pemkot Yogyakarta selaku pemilik RS Jogja dinilai sudah seharusnya menyokong biaya operasional sembari menunggu BPJS Kesehatan bayar tunggakannya.

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tunggakan BPJS Kesehatan kepada RS Jogja sebesar Rp 16 miliar selama Maret dan April dibenarkan oleh Direktur Utama RS Jogja, Ariyudi Yunita.

Meski demikian, ia mengatakan bahwa hal tersebut sama sekali tidak mengganggu pelayanan yang ada di RS Jogja, termasuk pasien peserta BPJS Kesehatan.

"Operasional tidak masalah karena kami sudah dibackup APBD. Jadi kalau pelayanan masih seperti biasa. Tidak ada yang sampai tidak melayani," ungkapnya pada Tribunjogja.com, Kamis (1/8/2019).

Hati-hati, 5 Kebiasaan Ini Bisa Merusak Kulit Wajah

Ia mengatakan bahwa dalam sebulan untuk keperluan operasional RS Jogja yang meliputi obat, gaji, dan sebagainya memakan biaya hingga Rp 6 miliar.

Pemkot Yogyakarta selaku pemilik RS Jogja dinilai sudah seharusnya menyokong biaya operasional sembari menunggu BPJS Kesehatan membayarkan tunggakannya.

Ari lantas menjelaskan, terkait tunggakan BPJS Kesehatan tersebut harusnya sudah dibayarkan.

Namun karena kemarin status quo, uang Maret hingga April tersebut belum bisa dicairkan.

Status quo tersebut membuat BPJS Kesehatan menunda pembayaran ke RS Jogja karena belum lulus akreditasi.

"Kemudian untuk yang Mei dan Juni belum dibayarkan. Ini kami masih menunggu uangnya BPJS, saya nggak tahu keadaan keuangan BPJS. Ini kami tanya yang (dibayarkan) jatuh tempo 24 Juni dulu, kami jatuh temponya 10 Juli. Sampai sekarang belum terbayar-bayar," urainya.

Pelayanan RS Jogja Tidak Akan Terhambat Meski Ada Tunggakan BPJS Kesehatan

Ia menambahkan, tunggakan BPJS Kesehatan selama Mei sebanyak Rp 3 miliar.

Jumlah tersebut dijelaskan Ari tidak terlalu besar lantaran pelayanan BPJS baru dibuka pada 15 Mei 2019 setelah pengumuman akreditasi sehingga praktis selama Mei pelayanan BPJS hanya berlangsung setengah bulan.

"Kalau yang bulan Juni nilainya belum keluar karena masih verifikasi. Semoga bisa dibayarkan semua biar seengak-enggaknya kami punya dana (mandiri)," urainya.

Terpisah Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan bahwa keuangan RS Jogja telah dibackup oleh APBD.

Mulai dari APBD murni dengan anggaran Rp 5,7 miliar dan dalam APBD Perubahan sebesar Rp 6 miliar sehingga total anggaran untuk back up RS Jogja adalah Rp 11,7 miliar yang masuk dalam pos anggaran belanja RS Jogja dari kas daerah.

RS Jogja Bisa Bertahan 3 Bulan ke depan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved