Sleman

Tips dan Trik Menanam Parijoto Sendiri di Rumah Agar Tetap Subur

Ada beberapa cara agar Parijoto tetap mampu tumbuh di dataran rendah. Terutama di taman rumah sendiri.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Parijoto, tanaman yang tumbuh di dataran tinggi dan menjadi motif batik khas Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Parijoto atau Medinilla speciosa adalah flora sejenis anggur, di mana buahnya dapat dikonsumsi.

Tanaman ini biasanya hanya bisa tumbuh di ketinggian 800 hingga 2,300 meter di atas permukaan laut.

Meskipun demikian, ternyata Parijoto tetap mampu tumbuh subur di dataran rendah.

Bahkan di daerah yang kering dan panas.

Kepala Kelompok Pelestari Parijoto, Paryadi mengatakan ada beberapa cara agar Parijoto tetap mampu tumbuh di dataran rendah. Terutama di taman rumah sendiri.

Berhasil Dibudidaya di Dataran Rendah, Parijoto Milik Paryadi Curi Perhatian Wabup Sleman

"Parijoto ini kan salah satu tanaman yang tidak tahan dengan panas yang ekstrem. Jadi proses penanamannya bisa dilakukan di tempat teduh seperti teras rumah," kata Paryadi saat ditemui pada Minggu (28/07/2019) di Moyudan, Sleman.

Selain teras, Parijoto tetap bisa tumbuh di taman.

Namun ditanam di bawah naungan tanaman lain seperti pohon berukuran sedang.

Misalnya di bawah pohon pisang.

Sebagai media tanamnya, Paryadi menyarankan bahan sekam, tanah dan pupuk dengan perbandingan 2:1:1.

Parijoto pun harus rutin disiram kurang lebih 2 hari sekali untuk menjaga kelembabannya.

"Jika cuaca sedang panas dan kering, penyiraman dilakukan lebih sering. Kalau di tempat saya menggunakan sistem pengembunan," jelasnya.

Mengenal Buah Parijoto, Warisan Sunan Muria yang Diyakini Bisa Atasi Masalah Sulit Hamil

Menurut Paryadi, proses pertumbuhan Parijoto berlangsung selama 7 bulan.

Sementara buahnya yang berbentuk seperti anggur kecil akan muncul pada bulan keempat.

Buah Parijoto yang rasanya asam-manis-segar sendiri sudah dikenal cukup lama sebagai buah yang baik untuk kesehatan, terutama bagi ibu hamil.

"Buahnya bisa dipanen berkali-kali dalam satu tahun dan bisa diolah," kata Paryadi.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved