Breaking News:

Aplikasi Sedekah dengan Sistem E-Wallet ala Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Aplikasi ini memberikan inovasi atau ide terkait model pembayaran sedekah dan infak di masjid secara elektronik.

Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Muhammad Fatoni
istimewa/dok.pri
Muhammad Al Faridho Awwal, seorang mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam membuat inovasi dalam penghimpunan dana infak dan sedekah di masjid yang disinergikan dengan layanan e-wallet yang diberi nama Sedekah Quick Response (SQR) 

TRIBUNJOGJA.COM - Tren aplikasi dompet elektronik (e-wallet) sebagai penyimpan uang saat ini sudah merambah ke generasi milenial.

Namun, dalam penggunaannya, e-wallet ini ini masih didominasi untuk memenuhi kebutuhan konsumtif dan belum menyentuh sisi sosial.

Hal itu yang membuat Muhammad Al Faridho Awwal, seorang mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam membuat inovasi dalam penghimpunan dana infak dan sedekah di masjid yang disinergikan dengan layanan e-wallet yang diberi nama Sedekah Quick Response (SQR)

Faridho menerangkan, aplikasi ini memberikan inovasi atau ide terkait model pembayaran sedekah dan infak di masjid secara elektronik.

Secara teknis layanan e-wallet donatur dihubungkan langsung dengan rekening masjid yang bersangkutan, sehingga penerimaan dana langsung merupakan pengelola masjid yang uangnya bisa dimanfaatkan.

"SQR merupakan pembentukan layanan penghimpunan melalui Kode QR di mana sistem ini diharapkan dapat menyinergikan semua rekening, sehingga dana apapun yang ingin disalurkan melalui rekening apapun dapat diakses melalui satu Kode QR," terangnya.

Nantinya penyumbang hanya cukup mengeluarkan smart phone-nya kemudian memindai Kode QR yang tertempel di lingkungan masjid dan menuliskan nominal sedekah kemudian dana langsung masuk ke rekening masjid.

Lebih lanjut, Faridho menilai perwujudan layanan ini memerlukan sinergi antara Bank Indonesia, OJK dan Dewan Masjid Indonesia.

Menurutnya, munculnya layanan ini adalah sebagai alternatif tambahan bagi masjid dan musala dalam menghimpun dana sedekah dari masyarakat.

Dalam tingkat lanjutnya, masjid atau musala yang terdaftar diharapkan dapat membuat laporan rutin setiap bulannya kepada Dewan Masjid Indonesia (DMI).

"Perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat terkait kemunculan layanan ini sebelum layanan ini dipublikasikan dan penyampaian oleh tokoh-tokoh karismatik dari sisi dakwahnya agar masyarakat tertarik. Sehingga masyarakat mengetahui dan selanjutnya mau untuk menggunakannya.” terangnya.

Faridho berharap, dengan adanya layanan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya masyarakat millenial terkait pentingnya bersedekah dan bagaimana memakmurkan masjid.

Sebelumnya, dari hasil penelitian tersebut Faridho berhasil meraih medali emas dalam gelaran Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni dan Riset (PIONIR) IX 2019 tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama di UIN Malang beberapa saat lalu. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved