Tol Bawen Yogyakarta

Beda Lelang Pembangunan Tol Bawen-Yogyakarta dan Tol Solo-Yogyakarta

Lelang proyek pembangunan Tol Bawen-Yogyakarta dan Tol Solo-Yogyakarta akan dibagi menjadi dalam dua proses.

Beda Lelang Pembangunan Tol Bawen-Yogyakarta dan Tol Solo-Yogyakarta
Loketpeta.pu.go.id
Jalur jalan tol Semarang Bawen, Jalur bebas hambatan itu nantinya akan dilanjutkan Bawen Yogyakarta 

Beda Lelang Pembangunan Tol Bawen-Yogyakarta dan Tol Solo-Yogyakarta

TRIBUNJOGJA.COM Yogyakarta - Lelang proyek pembangunan Tol Bawen-Yogyakarta dan Tol Solo-Yogyakarta akan dibagi menjadi dalam dua proses.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Danang Parikesit menjelaskan, pihaknya fokus dalam proses lelang dengan badan usaha.

Untuk Tol Solo-Yogyakarta ini nantinya akan menjadi prakarsa badan usaha.

Sedangkan Tol Bawen-Yogyakarta nantinya akan dilelang dengan investasi penuh karena prakarsa pemerintah.

Petani Kaya Raya dengan Uang Miliaran dan Mobil Mewah Ini Akhirnya Ditangkap Polisi

Danang menjelaskan, badan usaha yang akan memprakarsai pembangunan jalan Tol Solo-Yogyakarta adalah yang memiliki ide gagasan untuk mengajukan jalan tersebut.

Seperti diketahui, PT Adhi Karya, salah satu BUMN telah disebut-sebut akan membangun jalan tol ini.

“Tetapi, seperti disampaikan pak Dirjen, tidak berarti mereka jadi pemenang. Kalau ada (badan usaha) yang menawarkan lebih baik tarifnya kepada masyarakat lebih murah
itu yang diambil pemerintah sebagai pemenang tender,” urainya di kompleks Kepatihan, Kamis (18/7/2019).

Adapun badan usaha yang menjadi pemrakarsa ini punya kelebihan. Diantaranya, jika badan usaha pemrakarsa mematok tariff Rp 1.000 per kilometer sementara ada badan
usaha b peserta tender yang mematok tariff lebih murah, maka badan usaha b bisa menang tender.

“Tetapi ditawarkan pemrakarsa bisa gak dengan Rp 800 per kilometer kalau bisa mereka pemenang. Itu namanya right to match seperti yang disampaikan pak Dirjen,”
paparnya.

Akan tetapi, untuk masalah trase, termasuk entri dan exit adalah wewenang Gubernur DIY. Hal ini lantaran Gubernur konsentrasi mengenai entri dan exit, termasuk rest
area.

“Termasuk, bagaimana pengembangan ekonomi lokal, wisata lokal agar bisa tumbuh bersama pengembangan jaringan jalan tol untuk melayani perjalanan jarak jauh,” katanya.

Halaman
1234
Penulis: ais
Editor: iwe
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved