Sleman
Lahan Pertanian Seluas 148 Hektare di Sleman Alami Puso
Menurutnya hal ini dikarenakan para petani masih mengacu pola tanam tahun kemarin.
Penulis: Santo Ari | Editor: Ari Nugroho
Dijabarkannya, untuk wilayah di Bantul meliputi Kecamatan Bambanglipuro, Banguntapan, Bantul, Dlingo, Imogiri, Jetis, Kasihan, Kretek, Pajangan, Pandak, Piyungan, Pleret, Pundong, Sanden, Sewon, Srandakan.
Kemudian di Kabupat4en Sleman meliputi di Kecamatan Maguwoharjo, Berbah, Cangkringan, Depok, Gamping, Kalasan, Minggir, Moyudan, Ngemplak, Pakem, Prambanan, Seyegan, Tempel, Turi.
• 10 Hektare Tanaman Padi Puso
Kulon Progo di Kecamatan Kalibawang, Kokap, Panjatan, Pengasih. Sedangkan untuk Gunungkidul di Kecamatan Gedangsari, Girisubo, Karangmojo, Ngawen, Nglipar, Patuk, Playen, Ponjong, Purwodadi, Rongkop, Saptosari, Semanu, Tanjungsari, Tepus, Wonosari.
Selain wilayah yang berstatus awas, ada pula yang berstatus Siaga.
Kondisi Siaga ini ketika telah mengalami HTH lebih dari 31 hari dan prospek curah hujan rendah kurang dari 10 mm/10 hari.
Adapun beberapa wilayah yang berstatus siaga berada di Kecamatan Depok, Godean, Minggir, Ngemplak, Pakem, Sleman, Turi, untuk Kabupaten Sleman. Kecamatan Sedayu di Kabupaten Bantul dan di kecamatan Girimulyo yang berada di Kabupaten Kulonprogo.
Sedangkan di Gunungkidul status siaga di Kecamatan Semin.
"Periode tiga bulan ke depan (juli-september) untuk wilayah DIY Diprakiraan masih dalam periode musim kemarau. Puncak musim kemarau diprakirakan akan berlangsung bulan Agustus 2019," jelasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-sleman_20180731_185753.jpg)